Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Keamanan

Anggota TNI yang Istrinya Ditembak Menghilang Misterius, Ini Kata Pengamat Intelijen

Views
×

Anggota TNI yang Istrinya Ditembak Menghilang Misterius, Ini Kata Pengamat Intelijen

Sebarkan artikel ini
Stanislaus Riyanta
Stanislaus Riyanta - Pengamat Intelijen dan Keamanan Universitas Indonesia (Dok. Koma.id)

Koma.id Pengamat intelijen dan terorisme, Stanislaus Riyanta, menduga kuat kasus penembakan terhadap istri Anggota TNI di Banyumanik, Semarang, Jawa tengah, lebih dominan masalah internal keluarga dan bukan teror untuk menciptakan ketakutan massa.

“Kalau aku lihat kasus itu, nampak sekali itu lebih dominan ke internal keluarga. Jadi terbuktikan begitu peristiwa itu terjadi suaminya gak ada kan,” kata Stanislaus Riyanta kepada Koma.id, Jumat (22/7/2022).

Silakan gulirkan ke bawah

“Kalau teror nggak. Definisi teror itu membuat ketakutan masyarkat banyak. Ini kan targetnya spesifik satu orang kan. Bukan teror kalau ini. Kalau teror itu targetnya banyak orang menciptakan ketakutan di massa,” sambungnya.

Stanislaus menegaskan, kasus penembakan istri anggota TNI itu mengarah kepada selektif target yang bisa dimungkinkan dilandasi permasalahan dengan pelakunya. Kata, dia, tidak menutup kemungkinan pelaku bagian dari pesanan dari aktor lain.

“Ini lebih ke selektif target, target tertentu yang menurut saya memang ada masalah antara pelaku, pemesannya atau targetnya. Bisa jadi pelakunya hanya pesanan kan. (murni) Kriminal karena ini sebagai target,” katanya.

Stanislaus juga menyinggung jenis senjata yang digunakan pelaku untuk melakukan aksi penembakan. Menurutnya, dari jenis senjata dapat diketahui indikasi motif dari pelaku tersebut.

“Harus di cek lagi itu senjatanya apa kok arahnya ke perut? Kalau profesional bisa nembak belum tentu kan. Karena kalau tembakannya profesional bisa jadi hanya untuk melumpuhkan, untuk memberi peringatan, mematikan kan beda-beda kan,” ungkapnya.

“Beda juga senjatanya, benar-benar senjata api atau hanya airsoft gun. Saya kira itu harus dibuktikan dulu dari senjatanya, ketemu orang motifnya apa, siapa yang nyuruh. Tapi kalau dilihat itu kriminal bukan teror. Kriminalitas,” ujarnya.

Seperti diketahui, Anggota TNI, Kopda M, yang istrinya ditembak di Banyumanik Semarang menghilang setelah mengantar istrinya ke rumah sakit. Hingga saat ini keberadaannya belum diketahui.

“Pada saat setelah kejadian, yang bersangkutan ini sempat mengantar (korban) dan sempat menunggu sampai dengan operasi selesai. Di kemiliteran dituntut untuk kehadiran, pada saat besok harinya yang bersangkutan tidak hadir,” kata Kapendam IV/Diponegoro Letkol Inf Bambang Hermanto, Jumat (22/7/2022).

Ditegaskan dia, menghilangnya Kopda M diketahui setelah dirinya tidak hadir dalam kegiatan dinas di kesatuannya. Saat ini yang bersangkutan dinyatakan Tidak Hadir Tanpa Izin (THTI).

“Bahwa THTI ini ada aturannya, ada tahapan-tahapannya apabila militer tindakan tidak hadir tanpa izin pada masa damai itu sudah masuk dalam kategori tindak pidana militer,” jelas Bambang.

“Sehingga yang bersangkutan oleh pimpinannya ataupun komandan batalionnya melaporkan kepada pimpinan dibarengi dengan pelimpahan perkara kepada penyidik dalam hal ini Polisi Militer,” sambungnya.

Hingga saat ini pihaknya belum mengetahui keberadaan Kopda M. Bambang mengatakan saat ini Polisi Militer masih melakukan pencarian.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.