Ia menduga bahwa memang ada secara realitas, orang-orang yang menginfiltrasi kembali aparatur negara. “Ada sesuatu lebih besar, dan akan jadi bola salju, masalah ini harus dibongkar secara tuntas, telisik siapa yang undang ustadz wahabi ini,” tambahnya.
Dia mengingatkan pesan Presiden Jokowi yang sudah mewanti-wanti institusi TNI-Polri ASN agar jangan mengundang ustadz yang radikal.
“Ini namanya ada pembangkangan dari pejabat dilevel operasional,” tuturnya.
Rudi pun meminta pertanggung jawaban dari Mendagri, Menpan RB dan Direktur IPDN untuk bekerja keras agar tidak melakukan pembiaran upaya infiltrasi kelompok tertentu di institusi negara terhadap marak berkembangnya kelompok wahabi yang dituding ingin menegakkan khilafah.
“Saya protes keras, institusi negara yang mencetak birokrat justru tersusupi. Harus ada langkah aksi nyata, dari Menpan RB, Mendagri. Kami akan tagih dan pantau bagaimana kelanjutannya,” pungkasnya.













