Koma.Id, Jakarta – Ronny, sopir mobil komando (Mokom), atau mobil pengeras FPI Reborn menyebut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo telah menyebar finah dan hoaks.

Hal itu menyusul Roy Suryo yang pernah ramai menjadi buah bibir publik karena membawa sejumlah peralatan dari rumah dinasnya (termasuk panci) ketika sudah tidak lagi menjabat sebagai Menpora itu, baru baru ini lewat media sosialnya menyampaikan hasil analisanya bahwa mokom yang digunakan FPI Reborn, saat deklarasi dukung Anies Baswedan sebagai capres 2024 milik PDI Perjuangan.

“Analisa ngawur fitnah, hoaks. Main klaim Mokok punya PDIP. Ngeri benar fitnah Roy Suryo ini. Urus aja soal panci mas, jangan nyusahin kami rakyat kecil. Kami ini  jalankan usaha untuk biaya hidup keluarga bukan main politik,” kata Ronny kepada Koma.Id di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/6/2022).

 

 

Roy Suryo Ahli Telematika, Tapi Hasil Analisanya Justru Fitnah dan Hoaks

 

Menurut Ronny, fitnah dan hoaks yang keluar dari congor Roy Suryo itu berpotensi memicu caos di tengah masyarakat. Bahkan mematikan perekonomian keluarganya yang setiap hari bersumber dari jasa penyewaan mokom.

Ronny merasa heran, sekelas Roy Suryo sebagai seorang mantan menteri dan ahli telematika, namun menghasilkan analisa hoaks kemudian menyebarkan di media sosial tanpa konfirmasi demi memenuhi nafsu politiknya.

“Kalau ada yang kemakan omongan Roy Suryo kemudian tidak terima? Bisa terjadi kekacauan besar. Hoaks Roy Suryo itu juga bisa berdampak pada sepi penyewaan mokom. Saya heran kok mantan menteri dan katanya ahli telematika tapi analisa sadis, cetek, dan hoask,” cetusnya.

 

Pengakuan Usai Terima Order Aksi FPI Reborn

Ronny menyampaikan sejauh ini dirinya dan para penyewa hanya sebatas konsumen dan penyedia jasa sewa mobil pengeras suara. Tidak ada kaitan dengan politik. Baginya yang terpenting adalah bagaimana bisa bekerja dengan baik dan benar untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

“Kita yang penting dapur bisa ngebul mas. Enggak ada urusan politik. Kalau yang  begitu (politik) aku enggak ngerti. Tahu aku cuman disewa aja,” ucapnya.

Terkait dengan pascadirinya menerima order untuk aksi FPI Reborn, Ronny mengaku masih cooling down. Ia memahami ini bagian dari efek samping jasanya.

“Ya kebetulan saja pas jasa saya dipakai ormas FPI Reborn. Saya mendapatkan intimidasi. Tapi saya mau katakan bahwa kami clear tidak ada kaitan khusus dengan mereka, bahkan dengan teman-teman KAMMI, HMI dan siapapun. Hubungan kami profesional, mereka sebagai customer dan saya penyedia jasa,” tegasnya.

Selain itu, Ronny juga mengonfirmasi bahwa memang selama ini unit mobil komandonya memang ada di lahan milik Krakatau Steel yang ada di sekitar Menteng. Akan tetapi ia membantah jika disebut mobilnya milik pemerintah atau kelompok manapun.

Memang saya parkirnya di Krakatau Steel, saya sewa lahan parkir di sana karena memang aman dan aksesnya dekat kemana-mana,” kata Ronny.

“Ini murni bisnis saya perorangan, bukan milik plat merah. Jadi yang bilang itu sih fitnah. Banyak pelanggan saya tahu kok. Nanti kalau saya sewa parkir di gedung tertentu dibilang mobil saya punya mereka, ya nggak begitu dong,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ronny yang mengoperasikan mokom yang saat ini viral gara-gara digunakan oleh kelompok FPI Reborn sedikit menceritakan suka dukanya.

“Ya namanya kita penyedia, ada kalanya suka seperti aksinya damai, bagi-bagi makanan, aksi sedekah, saya juga ikut senang lihatnya,” ucapnya.

“Dukanya ya saat aksi teman-teman itu ternyata rusuh, mokom saya yang jadi sasaran, pernah kabel ditarik-tarik sampai putus, mobil saya digebuk-gebuk, ya biasa, itu risiko lapangan,” sambungnya.

Pun demikian, ia menjalani bisnis jasa itu hanya sekedar membantu dirinya memenuhi kebutuhan hidup.

“Saya lihat potensi di sini, saya manfaatkan dan alhamdulillah bisa sedikit-sedikit membantu ekonomi keluarga saya. Semua saya jalani ikhlas dan insya Allah barokah,” pungkasnya.

Temukan juga kami di Google News.