Gulir ke bawah!
Daerah

Pentolan Khilafatul Muslimin Surabaya Raya Akhirnya Masuk Jeruji

8626
×

Pentolan Khilafatul Muslimin Surabaya Raya Akhirnya Masuk Jeruji

Sebarkan artikel ini
Amir Wilayah Khalifatul Muslimin Surabaya Raya, Aminuddin Mahmud (berbaju hijau) dan jemaah Khalifatul Muslimin Surabaya. (SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin)

Koma.id – Pimpinan Khilafatul Muslimin Surabaya Raya, Aminuddin Mahmud resmi ditangkap dan ditahan Polda Jawa Timur pada jumat, 10 Juni 2022.

Ia ditetapkan sebagai tersangka lantaran melakukan konvoi dengan mengajak masyarakat agar bersatu dalam sistem khilafah.

Silakan gulirkan ke bawah

Penetapan tersangka ini setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 42 orang saksi, ditambah empat orang saksi ahli yang terdiri dari ahli hukum pidana, bahasa, sosiologi, dan agama.

Adapun barang bukti yang diamankan ada sekitar 63 buah, baik itu dalam bentuk buku, pamflet, brosur bendera dan sebagainya.

“Yang bersangkutan (Aminuddin Mahmud) merupakan orang yang bertanggungjawab terhadap kegiatan konvoi dan pembagian brosur dan mengimbau masyarakat untuk mendukung Khilafatul Muslimin Abdul Qodir Hasan Baraja di Lampung,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Dirmanto, di Mapolda Jatim, Jumat (10/6/2022).

Dirmanto menambahkan, kegiatan konvoi dilakukan pada Minggu (29/5/2022) dengan mengambil rute Surabaya dan Sidoarjo.

Pada saat itu, konvoi yang dipimpin Aminuddin juga membagikan brosur ke masyarakat dan memasang pamflet di masing-masing sepeda motor.

“Tersangka tadi malam sudah kita lakukan penahanan dan saat ini pun masih dalam proses pendalaman terkait jaringan,” imbuhnya.

Dalam perkara ini, Aminuddin dijerat Pasal 82 UU Nomor 16 tahun 2017 tentang Penetapan Peraturan Pengganti UU Nomor 2 tahun 2017 tentang Perubahan Atas UU Nomor 17 tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Kemudian Pasal 107 KUHP Pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946, kemudian Pasal 55 KUHP. Ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.