Gulir ke bawah!
HeadlineNasionalPolitik

Buruh Ikut Demo Siap-Siap Kehilangan Pekerjaan, Ini Alasannya

10649
×

Buruh Ikut Demo Siap-Siap Kehilangan Pekerjaan, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini

Koma.Id, Jakarta – Buruh terancam kehilangan pekerjaannya, jika nekat menggelar aksi demo mogok nasional selama tiga hari tiga malam.

Pasalnya, akibat dari mogok nasional secara otimatis mengganggu proses produksi, lantaran pabrik atau perusahaan tempatnya bekerja mengalami kerugian besar akibat berhenti berproduksi. Hal itu lantas berimbas kepada buruh itu sendiri. Demikian kata Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie.

Silakan gulirkan ke bawah

“Mogok nasional, apalagi akan dilakukan selama 3 hari 3 malam, itu akan mengganggu proses produksi. Apalagi di industri kan kita bekerja berdasarkan deadline, terutama industri yang untuk ekspor. Kita punya batas waktu untuk bisa memenuhi pesanan. Kalau itu tidak bisa disanggupi, buyer bisa pindah ke yang lain. Ujung-ujungnya nanti bisa merugikan pekerja itu sendiri kalau usahanya berhenti,” kata Firman, Sabtu (4/6/2022).

Firman menyarankan serikat buruh lebih mengedepankan dialog dalam menolak sebuah kebijakan ketimbang aksi mogok kerja yang justru merugikan kaum buruh.

“Sebaiknya harus mulai dibangun serikat buruh yang lebih moderat, bisa diajak bernegosiasi. Yang harus dicari kan win-win solution. Kalau hanya memuaskan satu pihak saja, saya rasa tidak akan bisa ketemu,” ucapnya.

Diketahui, buruh berencana menggelar aksi mogok nasional selama 3 hari yang diikuti 3 juta buruh.

Mereka diorganisir oleh Partai Buruh bersama empat konfederasi serikat pekerja/buruh terbesar di Indonesia, Serikat Petani Indonesia (SPI) dan 60 federasi serikat pekerja tingkat nasional.

Aksi ini akan dilakukan bila pemerintah dan DPR tetap mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja.

Namun, sebelum melakukan aksi mogok nasional, pada 15 Juni 2022 mendatang buruh berencana menggelar aksi di depan gedung DPR yang melibatkan puluhan ribu buruh dari Jabodetabek. Secara bersamaan, aksi serupa juga akan digelar di kota-kota lainnya di seluruh Indonesia.

Tuntutannya adalah batalkan revisi Undang-Undang Peraturan Pembentukan Perundang-Undangan dan tolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.