Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaEkonomiNasional

Warga RI Pilih Kredit EV daripada Mobil Konvensional

×

Warga RI Pilih Kredit EV daripada Mobil Konvensional

Sebarkan artikel ini
Mobil Listrik

Koma.id | Jakarta – Minat masyarakat terhadap kendaraan listrik semakin kuat, tercermin dari lonjakan pembiayaan kredit mobil listrik dan hybrid bekas yang tumbuh 103,06% year on year (yoy) menjadi Rp1,52 triliun pada Juli 2026. Angka ini kontras dengan tren pembiayaan mobil bekas konvensional yang justru terkontraksi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan kendaraan roda empat oleh multifinance secara keseluruhan turun 2,43% yoy menjadi Rp230,92 triliun. Dari total tersebut, pembiayaan mobil bekas konvensional terkontraksi 4,52% yoy menjadi Rp86,25 triliun. Sebaliknya, pembiayaan mobil listrik/hybrid bekas melonjak signifikan hingga menembus Rp1,52 triliun.

Silakan gulirkan ke bawah

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK Agusman menegaskan, tren ini tidak serta-merta menunjukkan pergeseran konsumen ke pembelian tunai. Menurutnya, preferensi konsumen dan penawaran model mobil listrik baru dengan harga kompetitif menjadi faktor pendorong.

“Perusahaan multifinance perlu terus berinovasi dalam skema pembiayaan pada segmen ini,” ujarnya, Senin (14/09).

Agusman menambahkan, ke depan multifinance harus memperkuat diversifikasi produk, meningkatkan kualitas layanan, serta menyesuaikan skema pembiayaan dengan kebutuhan konsumen. Hal ini tetap harus dijalankan dengan memperhatikan manajemen risiko, prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan pelindungan konsumen.

Meski tren pembiayaan meningkat, pasar mobil listrik bekas menghadapi tantangan. Pemilik showroom Focus Motor, Agus, mengungkapkan lembaga pembiayaan masih berhati-hati menerima konsumen yang ingin kredit mobil listrik bekas.

“Mobil listrik saat ini sedang kurang baik-baik saja untuk penjualan unit bekasnya. Leasing agak khawatir, beda dengan mobil konvensional,” ujarnya.

Menurut Agus, risiko jangka panjang menjadi alasan utama. Leasing menilai ketahanan baterai dalam pemakaian hingga 10 tahun ke depan belum teruji, sehingga paket kredit untuk unit bekas dianggap berisiko tinggi. Harga mobil listrik bekas juga turun tajam, sekitar 20–30% per tahun dari harga barunya, tanpa melihat tahun produksi.

Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, sejumlah produsen memberikan garansi panjang pada baterai. Wuling dan Chery bahkan menawarkan garansi seumur hidup, meski hanya berlaku bagi pemilik pertama. Sementara Hyundai memberikan garansi hingga 8 tahun atau 160 ribu kilometer.

Berdasarkan data Gaikindo, distribusi mobil wholesales pada Agustus 2026 mencapai 81.756 unit, naik 0,8% dibanding Juli. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi sepanjang tahun. Penjualan retail juga mencatat rekor baru, menembus 83.422 unit, naik 7,7% dibanding Juli. Untuk pertama kalinya sepanjang 2026, penjualan retail menembus level 80 ribu unit dalam satu bulan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.