Koma.id — Puluhan warga Dusun Teluk Kulon, Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan, menggelar aksi damai menolak rencana pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di area Lapangan Sepak Bola Pandean pada Rabu pagi (3/12).
Aksi yang melibatkan warga lintas usia, pemuda, hingga tokoh masyarakat itu berlangsung di sekitar lapangan yang selama ini menjadi ruang publik utama desa. Massa membawa poster penolakan dan menyampaikan aspirasi agar pemerintah desa membatalkan rencana alih fungsi fasilitas olahraga tersebut.
Warga menyatakan keberatan karena Lapangan Pandean merupakan tanah wakaf yang telah digunakan secara turun-temurun untuk berbagai kegiatan, mulai dari olahraga, tempat bermain anak, hingga lokasi pengajian saat acara besar desa. Mereka menilai pembangunan gedung koperasi akan menghilangkan satu-satunya ruang terbuka yang dimiliki warga.
Selain soal alih fungsi lahan, penolakan juga dipicu minimnya sosialisasi dari pemerintah desa. Warga mengaku tidak pernah mendapatkan penjelasan resmi mengenai tujuan, urgensi, maupun rincian anggaran pembangunan Kopdes Merah Putih.
Menurut warga, proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang menjadi dasar keputusan pembangunan tidak mencerminkan aspirasi masyarakat luas. Mereka menyebut musyawarah hanya melibatkan sebagian kecil perwakilan, sehingga keputusan dianggap tidak transparan dan tidak mencerminkan kebutuhan warga.
Sejumlah tokoh masyarakat meminta pemerintah desa meninjau ulang rencana pembangunan serta menghadirkan dialog terbuka dengan seluruh warga. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah desa belum memberikan keterangan resmi terkait respons atas aksi penolakan tersebut.












