Koma.id– Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Ade Rahmat Idnal, mengungkapkan bahwa pihaknya akan memanggil pihak yang pertama kali mengunggah video pembubaran seminar di Hotel Grand Kemang pada Sabtu (28/9/2024) ke media sosial.
“Setelah peristiwa itu terjadi ada beberapa video yang beredar yang mungkin dipotong-potong kemudian diberi narasi tapi itu tidak seutuhnya seperti yang disampaikan di beberapa video di media sosial,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Rahmat Idnal di Jakarta, Minggu.
PBNU Masa Khidmah 2021–2026 Resmi Demisioner
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menyelidiki siapa penyebar video tersebut.
“Kami akan dalami persoalan ini,” kata dia.
Kapolres juga menambahkan, pada hari tersebut ada sejumlah kegiatan, salah satunya seminar di hotel yang tidak ada pemberitahuan kepada kepolisian.
Di saat yang sama, ada aksi unjuk rasa di depan Hotel Grand Kemang yang menolak seminar tersebut berlangsung.
“Kami tetap melakukan pengamanan meski tidak ada pemberitahuan kegiatan yang dipimpin Kapolsek di depan hotel,” kata dia.
Kehadiran polisi di sana, menurutnya, bertujuan untuk menjaga agar tidak terjadi bentrokan antara kedua kelompok dengan tetap mengutamakan pendekatan yang humanis.
“Kami sedang didalami kemungkinan sudah menginap di hotel tersebut,” kata dia.
Ia mengatakan kehadiran petugas Kepolisian untuk memberikan pengamanan agar tidak terjadi gesekan di tempat tersebut antara dua kelompok ini dan tetap mengedepankan langkah yang humanis.
“Apabila ada pelanggaran, kami melakukan penegakan hukum,” kata dia








