KOMA.ID – Peneliti Ponpes Al Zaytun Taufik Hidayat menyebut dengan lantang bahwa Pondok Pesantren Al Zaytun yang kini mendapatkan sorotan publik adalah biangnya paham intoleransi.
“Al Zaytun itu mbahnya intoleransi, Panji Gumilang mbahnya radikalisme,” tegas Taufik saat Podcast bertema “Polemik Pondok Pesantren Al Zaytun di tengah Pemilu 2024”, Rabu (26/7/2023).
Menurutnya, kelompok pembela HAM seperti Imparsial, tampak lebih vokal dalam membela Al Zaytun. Padal di sana diduga kuat terlibat dalam praktik intoleransi dan radikalisme. Bahkan Pondok Pesantren Al Zaytun dan NII memiliki kesamaan, meskipun ada yang mencoba untuk membedakan keduanya.
Hari Keenam, SAR Fokus Cari 5 jurnalis, 2 kru kapal dan 1 guide di Selatan Gunung Anak Krakatau
“Jangan diskriminiatif dan buka mata kalian bagaimana jutaan santri anak muda terpapar radikalisme,” tandasnya.
Taufik menambahkan, ada korban pelanggaran hak asasi manusia yang luar biasa dalam konteks isu Al Zaytun. Pasalnya, apa yang telah dilakukan Panji Gumilang jauh sebelumnya merupakan bentuk kejahatan kemanusiaan karena menimbulkan kerugian bagi banyak pihak, termasuk aspek agama, sosial, dan ekonomi.








