Koma.id– Kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap China dinilai berpotensi membawa dampak serius bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengingatkan, penerapan tarif tersebut bisa membuat produk-produk asal China yang sebelumnya diekspor ke Amerika Serikat, kini mencari pasar baru, termasuk Indonesia.
Kondisi ini dikhawatirkan akan membanjiri pasar domestik dengan barang-barang impor berharga murah, sehingga mengancam eksistensi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di dalam negeri.
Sementara itu, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily, memandang kebijakan tarif resiprokal ini dari sisi lain. Ia menilai situasi tersebut harus dimanfaatkan Indonesia sebagai momentum untuk memperkuat ketahanan nasional, terutama di sektor ekonomi.








