Koma.id – Hasil survei terbaru Lembaga Survei Nasional (LSN) menunjukkan mayoritas publik puas dengan kinerja pemerintahan Joko Widodo selama dua periode. Menjelang akhir masa jabatannya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi tetap tinggi, yakni berada di angka 76,5 persen.
“Dalam survei kami kali ini, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi mencapai 76,5 persen, yang kurang atau tidak puas sebanyak 21,5 persen, dan tidak tahu 2,0 persen,” ujar Direktur Eksekutif LSN Gema Nusantara Bakry dalam rilis hasil survei secara daring, Kamis (4/1/2024).
Gema mengatakan pihaknya juga membuat rating kinerja Jokowi dalam skala interval dan Jokowi mendapat nilai 7,4. Menurut Gema, approval rating Jokowi yang tinggi pada akhirnya berpengaruh pada konstelasi persaingan elektabilitas pasangan capres-cawapres.
Roadshow Kebangsaan di Lampung, Ken Setiawan Ungkap Ancaman Paham Ekstrem di Kalangan Anak
“Dengan tingkat approval rating setinggi ini, pasangan capres-cawapres yang didukung oleh Presiden Jokowi pasti sulit dikalahkan, bahkan peluang pasangan itu untuk menang dalam satu putaran juga sulit dibendung,” ucap Gema.
Pasangan capres-cawapres yang diuntungkan dengan approval rating Jokowi yang tinggi adalah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Bahkan, kata Gema, Prabowo-Gibran bisa menang satu putaran jika approval rating Jokowi tetap tinggi.
“Sedikitnya ada tiga faktor yang bisa menggagalkan Pilpres 2024 dimenangkan oleh Prabowo-Gibran dalam satu putaran saja. Pertama, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Jokowi tiba-tiba anjlok sangat drastis dalam sebulan mendatang. Kedua, Prabowo atau Gibran membuat blunder-blunder yang membuat publik antipati. Ketiga, pasangan Anies-Muhaimin atau Ganjar-Mahfud bisa membuat gebrakan yang mampu menghipnotis kekaguman publik luas,” jelas Gema.
Survei nasional terbaru LSN dilaksanakan 28 Desember 2023 sampai 2 Januari 2024 di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Populasi dari survei ini adalah seluruh WNI yang telah berumur minimal 17 tahun dan memiliki KTP elektronik.
Jumlah sampel sebanyak 1.420 responden yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak berjenjang (multistage random sampling).
Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara melalui telepon dengan responden dipandu kuesioner. Sedangkan ambang kesalahan (margin of error) yang ditetapkan dalam survei ini sebesar +/- 2,6% dengan tingkat kepercayaan (level of confidence) 95%. Validasi data mengacu pada data kependudukan yang dikeluarkan BPS.














