Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Skandal Terbaru! Laporan Bocor Potensi Operasional KCJB Batal

×

Skandal Terbaru! Laporan Bocor Potensi Operasional KCJB Batal

Sebarkan artikel ini
Skandal Terbaru! Laporan Bocor Potensi Operasional KCJB Batal
Red modern high speed train passing snowy mountain railroad station with motion blur effect

Koma.id- Rencana operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) kabarnya bakal mengalami pengunduran usai adanya rekomendasi dari Kementerian Perhubungan dan tiga konsultan memberikan rekomendasi.

Kereta cepat pertama di Indonesia ini sebelumnya diharapkan dapat beroperasi pada Agustus 2023, sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan Republik Indonesia bisa kandas.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut laporan yang diterima oleh Reuters pada Rabu (7/6/2023), terdapat masalah baru yang menghambat peluncuran KCJB. Peserta konsorsium asal China menginginkan sertifikat kelayakan operasional lengkap, meskipun stasiun-stasiunnya belum selesai dibangun. Hal ini terungkap dalam presentasi berhalaman-halaman yang ditinjau oleh Reuters.

Namun demikian, Kementerian Perhubungan dan konsultan-konsultan Mott MacDonald, PwC, dan firma hukum lokal Umbra memperkirakan bahwa operasi komersial penuh kereta cepat baru dapat dilaksanakan pada Januari 2024.

“Terdapat risiko target operasi komersial pada Agustus menjadi tertunda untuk menyelesaikan seluruh konstruksi hingga 31 Desember,” ungkap laporan tersebut.

Selain itu, upaya restrukturisasi finansial PT Wijaya Karya Tbk (Wika), yang juga memiliki saham dalam konsorsium proyek kereta cepat, telah memberikan tekanan pada kebutuhan modal kerja proyek tersebut. Wika telah mengakumulasi pembayaran tunggakan sebesar 381,75 juta dolar AS.

Sementara itu, Corporate Secretary Wika, Mahendra Vijaya, menyatakan bahwa perusahaan memiliki kekuatan keuangan untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersisa. Namun, mereka juga membutuhkan konsorsium untuk membayar pekerjaan yang telah selesai.

Indonesia saat ini tengah melakukan negosiasi dengan China untuk mendapatkan pinjaman tambahan sebesar 560 juta dolar AS, dengan meminta suku bunga 2,8 persen untuk porsi pinjaman dalam mata uang yuan. Angka ini lebih rendah daripada tawaran yang diajukan oleh China Development Bank (CDB) sebesar 3,46 persen. Informasi ini didasarkan pada dokumen yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei.

Belum ada laporan sebelumnya mengenai kemungkinan penundaan lebih lanjut dan detail lainnya yang terdapat dalam kedua dokumen tersebut.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Septian Hario Seto, menyatakan bahwa negosiasi mengenai pinjaman sedang berlangsung dengan CDB, dengan fokus pada suku bunga.

KCJB dijadwalkan akan melakukan uji coba gratis dengan penumpang pada pertengahan Agustus 2023. Perjalanan berbayar diharapkan dapat dimulai pada September 2023. PwC, PT KCIC, Mott MacDonald, Umbra, CDB, dan Kedutaan Besar China di Jakarta belum memberikan tanggapan terhadap permintaan komentar Reuters.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.