Koma.id– Briptu Martin Gabe Sahata, saksi dari penyidik Reskrimum Polres Metro Jakarta Selatan, mangakui ada keanehan saat berada di tempat kejadian perkara pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo.
Keanehan itu terjadi saat tidak adanya cipratan darah di lokasi, padahal saat itu disebut adanya tembak menembak.
“Secara pribadi saya melihat keanehan. Pada saat posisi almarhum yang berada di depan pintu terjadi tembak menembak antara terdakwa dengan almarhum, saya rasa tidak adanya cipratan darah dari depan pintu kamar ibu PC,” kata Martin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (21/11/2022).
Fasilitas Umum Rusak Imbas Kerusuhan
Hakim kemudian menanyakan kembali perihal cipratan yang dimaksud tersebut. Namun Martin menyebutkan keanehan yang ia rasakan hanya tidak adanya cipratan darah jika memang terjadi tembak menembak.
“Coba ceritakan kejanggalan saudara tidak ada cipratan darah itu bagaimana? Apakah senjata itu diarahkan terlalu dekat sehingga tidak ada cipratan darah? Atau bagaimana?,” tanya hakim.
“Pada saat almarhum terkena tembakan tidak ada tetesan darah yang berada di lantai,” jawab Martin.
“Selanjutnya?,” tanya hakim lagi.
“Hanya itu saja Yang Mulia,” ucap Martin.
“Hanya itu saja? Artinya tidak ada cipratan darah di lantai, saudara sudah merasa itu ada kejanggalan?,” tegas hakim.
“Iya,” ucap Martin.














