Koma.id– Rapat Panitia Khusus (Pansus) hak angket pemakzulan Bupati Pati di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Kamis (2/10/2025), berlangsung tegang. Di luar gedung DPRD, dua kelompok massa terlibat bentrok.
Kelompok pertama adalah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, yang sejak awal konsisten mendukung proses hak angket. Sementara kelompok lainnya merupakan pendukung Bupati Pati, Sudewo, yang ikut hadir mengawal jalannya rapat.
Komisi III Soroti Soal Penyelundupan 1,16 Ton Narkoba dan Singgung Seruan Ganyang Malaysia
Dalam rapat tersebut, Bupati Sudewo diundang untuk memberikan keterangan terkait sejumlah kebijakannya yang dinilai kontroversial. Ia datang ke DPRD dengan pengawalan dari para pendukungnya.
Sementara itu, di luar pagar gedung DPRD, massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu telah memadati lokasi sejak pagi. Mereka menyatakan kehadirannya sebagai bentuk pengawalan aspirasi publik, sekaligus mengawasi jalannya proses angket.
Menanggapi situasi ini, Bupati Sudewo menyinggung pengalaman aksi demonstrasi sebelumnya pada 13 Agustus 2025. Ia mengaku kejadian tersebut menjadi pembelajaran penting agar tidak terulang lagi.
Sinergi TNI-Polri: Bersama Panglima TNI, Kapolri Terima Kehormatan sebagai Warga Korpasgat TNI AU








