Koma.id– Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyurati Perumda Pasar Jaya meminta klarifikasi terkait temuan beras yang rusak dan tidak layak pakai di salah satu gudang di Pulogadung beberapa waktu lalu.
“Melalui surat ini, kami Fraksi PSI hendak menyampaikan dan menindaklanjuti aduan masyarakat secara khusus untuk permintaan menjelaskan adanya temuan indikasi tumpukan 1.000 ton beras yang diduga bagian dari paket sembako bantuan sosial COVID-19 tahun anggaran 2020, yang ditemukan di gudang sewaan Perumda Pasar Jaya di Pulogadung,” tulis surat tersebut.
Perumda Pasar Jaya dan SKPD terkait, adalah untuk menjelaskan mengenai temuan 1.000 ton beras rusak yang ditemukan pada gudang sewaan di Pulogadung, apakah benar merupakan bagian dari paket bantuan sosial COVID-19 tahun anggaran 2020 atau bukan.
Kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Pemprov DKI Jakarta tahun 2020 yang saat itu dipimpin Gubernur Anies Baswedan senilai 2,85 triliun terungkap ke publik.

Ada 37 suplier namanya berada dalam data yang tersebar di media sosial maupun percakapan grup whatsapp awak media.
Dua nama di antaranya sudah sangat familiar, yakni Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Syarief Hidayatulloh dan yang mengklaim sebagai tokoh Betawi Eki Pitung. Adapun keduanya merupakan simpatisan garis keras Anies Baswedan.
Sebagaimana diketahui, bawha dugaan korupsi ini pertama kali diungkap oleh utas Twitter Rudi Valinka lewat akunnya @kurawa, 9 Januari 2023 kemarin.
Pemilik akun mengatakan bahwa dugaan korupsi bansos di Ibu Kota itu berawal dari informasi whistle blower yang mengabarkan adanya penimbunan beras bansos milik Perumda Pasar Jaya tahun anggaran 2020. Beras itu, lanjutnya, tersimpan di Gugdang Sewaan di Pulogadung, Jakarta.














