Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
HeadlineNasional

Presiden Prabowo Perintahkan Usut Kasus Teroris Penyiraman Air Keras Tanpa Impunitas

×

Presiden Prabowo Perintahkan Usut Kasus Teroris Penyiraman Air Keras Tanpa Impunitas

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Perintahkan Usut Kasus Teroris Penyiraman Air Keras Tanpa Impunitas
Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Koma.id / Andry Novelino)

Koma.id Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan ada toleransi terhadap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Ia bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk terorisme yang harus diusut hingga ke aktor intelektualnya.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam forum diskusi bersama sejumlah jurnalis, pengamat, dan pakar di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (17/3/2026) malam hingga Rabu (18/3/2026) dini hari.

Silakan gulirkan ke bawah

“Ini terorisme, iya kan? Tindakan biadab, harus kita kejar, harus kita usut. Harus kita usut. Siapa yang nyuruh, siapa yang bayar. Jelas dong. Yang berseragam,” tegas Presiden Prabowo.

Ia menekankan bahwa negara tidak akan memberikan perlindungan kepada siapa pun yang terlibat, termasuk jika pelaku berasal dari aparat.

“Tidak akan dilindungi, tidak akan ada impunitas. Tidak akan,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai jaminan penegakan hukum, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya secara langsung.

“Saya menjamin. Saya ingin menegakkan hukum. Saya ingin membangun Indonesia yang beradab,” kata dia.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa mandat yang ia terima dari rakyat harus diwujudkan melalui perlindungan terhadap warga negara, termasuk dalam kasus kekerasan terhadap aktivis.

“Saya dipilih oleh rakyat untuk membela rakyat. Tapi kita waspada, saya minta diusut benar sampai aktornya,” tambahnya.

Pernyataan keras Presiden ini muncul di tengah sorotan publik terhadap dugaan keterlibatan oknum aparat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Sejumlah pihak sebelumnya mendesak agar pengusutan tidak berhenti pada pelaku lapangan, melainkan juga mengungkap pihak yang diduga memberi perintah.

Kasus ini juga memicu kekhawatiran lebih luas terkait keamanan aktivis dan kondisi kebebasan sipil di Indonesia. Desakan transparansi dan penegakan hukum tanpa pandang bulu terus menguat, termasuk agar tidak ada impunitas bagi aparat yang terbukti terlibat.

Dengan pernyataan tersebut, Presiden Prabowo mengirimkan sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mentolerir aksi kekerasan, terlebih yang mengarah pada teror terhadap warga sipil, dan berkomitmen mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.