Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Prediksi Saiful Mujani Pilpres 2029: Ada Enam Poros Politik

×

Prediksi Saiful Mujani Pilpres 2029: Ada Enam Poros Politik

Sebarkan artikel ini
739476 08182707042018 Pilpres 2019

Koma.id – Peta persaingan menuju Pemilihan Presiden 2029 mulai dipetakan. Guru Besar Ilmu Politik Indonesia, Saiful Mujani, memprediksi sedikitnya enam poros politik berpotensi terbentuk dalam kontestasi lima tahun mendatang.

Lima poros, menurut Saiful, kemungkinan besar dibangun oleh partai-partai besar yang memiliki kekuatan politik relatif mandiri. Kelimanya adalah Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, Demokrat, dan NasDem.

Silakan gulirkan ke bawah

Satu poros lain berpotensi lahir di sekitar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, poros ini sangat bergantung pada satu variabel utama: kekuatan elektoral Gibran.

“Jadi dari delapan partai itu, lima kemungkinan ada poros. Saya sebut poros Gerindra, poros PDI Perjuangan, poros Golkar, poros Demokrat dan poros NasDem,” kata Saiful, dikutip Minggu (4/10/2026).

Saiful melihat peluang terbentuknya poros Gibran tidak bisa dilepaskan dari hasil survei menjelang Pilpres 2029.

Jika elektabilitas Gibran menunjukkan tren kuat, ia memperkirakan Presiden ke-7 Joko Widodo akan berupaya mendorong putranya maju sebagai calon presiden.

“Poros Gibran ini apakah kekuatannya kalau dibolehkan, itu sangat tergantung Gibrannya. Apalagi Jokowi,” ujar Saiful.

Menurut dia, Jokowi merupakan figur yang memperhitungkan hasil survei dalam menentukan langkah politik.

Karena itu, kekuatan Gibran di sejumlah survei nantinya dapat menjadi salah satu penentu apakah poros tersebut benar-benar terbentuk.

“Pak Jokowi itu sangat percaya pada survei dan pentingnya survei. Kalau Gibran itu kuat secara elektoral menurut survei, Pak Jokowi akan berusaha memajukan Gibran,” katanya.

Jika poros tersebut memiliki daya tawar yang cukup, partai yang belum membangun poros capres sendiri berpotensi merapat.

Saiful menyebut PKB, PAN, dan PSI sebagai sejumlah partai yang bisa masuk ke poros Gibran.

“Dan partai bisa masuk ke dia, misalnya partai apa yang masih kosong. Misalnya PKB, PAN ke situ. Ditambah dengan PSI,” kata dia.

PKB, PAN dan PKS Jadi Rebutan Posisi Cawapres?
Berbeda dengan lima partai yang diprediksi Saiful dapat membangun poros capres, PKB, PAN, dan PKS justru dinilai lebih mungkin memainkan peran sebagai penentu pasangan calon wakil presiden.

Saiful menilai PKB memiliki kemampuan bermanuver yang cukup lentur. Pengalaman Pilpres 2024 menjadi salah satu contoh.

Saat itu, PKB bergabung dalam koalisi yang mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden, dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden.

Untuk 2029, Saiful melihat sejumlah kemungkinan masih terbuka bagi PKB.

Partai tersebut bisa kembali menjalin kerja sama dengan Anies, bergabung dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), merapat kepada Dedi Mulyadi, atau bahkan memilih berada dalam barisan Prabowo.

“PKB bergabung, dia yang cukup lincah, dia lihat-lihat peluang mana. Mungkin dia akan menawarkan diri lagi jadi wakilnya,” kata Saiful.

“Apakah akan kembali dengan Anies, apa dengan AHY, atau dengan Dedi. Misalnya kayak begitu. Atau dengan Prabowo. Dan seterusnya kayak begitu,” lanjutnya.

Pola serupa, menurut Saiful, dapat dilakukan PAN dan PKS. Ketiga partai itu dinilai memiliki ruang untuk menjadi penentu konfigurasi pasangan capres-cawapres ketimbang berdiri sebagai poros utama pencalonan presiden.

“Jadi dua partai ini (PKB dan PKS) dan PAN, tiga, kansnya untuk wakil saja. Jadi yang menentukan untuk nomor satunya lima partai, Gerindra, PDIP, Golkar, Demokrat, dan NasDem,” tutur Saiful.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.