Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Berita

Prabowo vs Dedi Mulyadi Makin Menarik Perhatian

×

Prabowo vs Dedi Mulyadi Makin Menarik Perhatian

Sebarkan artikel ini
Img 20231017 121542
Oplus_131072

Koma.id- Survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan Presiden Prabowo Subianto masih menempati posisi teratas dalam elektabilitas tokoh jika Pilpres digelar saat ini dengan 23,4 persen, tetapi persaingannya dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi semakin ketat yang memperoleh 21,7 persen atau hanya terpaut 1,7 persen.

Di bawah keduanya terdapat Anies Baswedan 11,5 persen, AHY 4,5 persen, Ganjar Pranowo 4,1 persen, Gibran Rakabuming Raka 3,9 persen, sementara Sherly Tjoanda 2,1 persen, Mahfud MD 1,7 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 1,5 persen, Muhaimin Iskandar 1,2 persen, dan Zulkifli Hasan 1 persen.

Silakan gulirkan ke bawah

Sebanyak 17 persen responden belum menentukan pilihan atau merahasiakan jawabannya, menandakan peta persaingan masih sangat dinamis.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan hasil tersebut diperoleh melalui simulasi top of mind. Dalam simulasi itu, responden tidak diberikan daftar nama dan bebas menyebutkan tokoh yang pertama kali terlintas dalam pikirannya.

“Dalam simulasi terbuka, di mana responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain,” kata Dedi.

Dedi Kurnia Syah Kembali menekankan dalam survei menggunakan simulasi top of mind tanpa memberikan daftar nama kepada responden, kemungkinan Prabowo masih unggul karena posisinya sebagai kepala negara, sementara kemunculan Dedi Mulyadi dengan selisih tipis menunjukkan semakin kuatnya perhatian publik terhadap figur alternatif.

“Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik, jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya,” ujar Dedi.

Survei dilakukan 27 Juli–3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah dengan metode multistage random sampling, tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error sekitar ±2,9 persen.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.