Koma.id | Jakarta – Petugas gabungan menyisir dan memperketat pengawasan di seluruh dermaga penyeberangan wilayah Kepulauan Seribu. Langkah penyekatan ini dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan kelompok massa, pelajar, maupun kelompok rentan yang hendak menuju daratan Jakarta untuk mengikuti aksi unjuk rasa.
Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Wikha Ardilestanto, memimpin langsung operasi penyekatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB dari Dermaga Utama Pulau Pramuka. Operasi dilaksanakan secara serentak di dua wilayah kecamatan, yakni Kepulauan Seribu Utara dan Kepulauan Seribu Selatan.
“Kami menjelajahi seluruh titik keberangkatan kapal penumpang dan dermaga tradisional.Fokus pemeriksaan dilakukan secara humanis dan dialogis untuk menjaga pergerakan kelompok massa maupun mengantisipasi penyusupan kelompok rentan menuju Jakarta,” ujar Wikha di Dermaga Utama Pulau Pramuka, Rabu (28/10).
Pemeriksaan di wilayah Kepulauan Seribu Utara dipusatkan di Dermaga Utama Pulau Pramuka,Pulau Kelapa,Pulau Harapan,Pulau Sabira,dan Pulau Panggang.Pengawasan melingkupi keterlibatan jajaran pos polisi setempat serta Bhabinkamtibmas.
Sementara itu,di Kepulauan Seribu Selatan,pemeriksaan penumpang dikhususkan pada Dermaga Utama dan Pelabuhan Dishub Pulau Tidung, Pelabuhan Utama Pulau Lancang, Pelabuhan Utama Pulau Pari, serta Dermaga Utama Pulau Untung Jawa.
Operasi pengamanan ini melibatkan sinergi instansi, mencakup personel Polri, TNI Angkatan Laut, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, jajaran kecamatan/kelurahan, hingga Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
Dari hasil pemeriksaan menyeluruh di seluruh dermaga,petugas melaporkan tidak menemukan adanya pergerakan kelompok massa,pelajar,maupun kelompok anarko yang melintasi sepanjang daratan Jakarta.
“Alhamdulillah,berkat sinergitas antar-instansi serta pendekatan dialogis jajaran di lapangan,seluruh rangkaian kegiatan penyekatan di dermaga penyeberangan berjalan lancar,tertib,dan kondusif.Aktivitas masyarakat pesisir serta pelayaran penyeberangan tetap beroperasi normal,” kata Wikha.









