Koma.id– Isu Pansus Haji terus menggema di panggung politik Indonesia, memperpanas perseteruan antara PBNU dan PKB. Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menilai bahwa masalah ini seharusnya bisa diselesaikan secara internal oleh PKB. Gus Ipul menegaskan bahwa Yaqut, yang saat ini menjadi sorotan dalam kontroversi ini, masih merupakan pengurus aktif PKB. Oleh karena itu, menurutnya, sebaiknya PKB yang mengurus masalah ini, bukan PBNU.
Di sisi lain, tokoh NU dan mantan Ketua Fraksi PKB di MPR, Lukman Edy, memprediksi bahwa Pansus Haji yang digulirkan oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, berpotensi mandek di tengah jalan.
Hal ini disebabkan oleh waktu yang semakin mepet dan kompleksitas dalam penyelesaian isu tersebut. Meskipun demikian, Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan sedang menyusun data yang akan disampaikan dalam rapat pansus, menunjukkan upaya untuk mengatasi deadlock ini.
Komisi III Soroti Soal Penyelundupan 1,16 Ton Narkoba dan Singgung Seruan Ganyang Malaysia
Isu Pansus Haji bukan hanya sekadar perdebatan teknis di DPR, tetapi juga mencerminkan dinamika politik dan kepentingan antarlembaga. Perseteruan antara PBNU dan PKB semakin menambah kompleksitas dan ketegangan dalam penyelesaian masalah ini.








