Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasionalPolitik

Perdebatan Revisi UU TNI-Polri Tanda Proses Legislasi yang Matang

×

Perdebatan Revisi UU TNI-Polri Tanda Proses Legislasi yang Matang

Sebarkan artikel ini
Perdebatan Revisi UU TNI-Polri Tanda Proses Legislasi yang Matang
Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Koma.id Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menolak keras usulan revisi Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI yang diajukan oleh DPR RI. Megawati berpendapat bahwa revisi ini berpotensi mengembalikan dwifungsi ABRI, padahal Tap MPR Nomor VI/MPR/2020 telah menghapus dwifungsi tersebut dengan memisahkan TNI dan Polri.

Menanggapi penolakan Megawati, R Haidar Alwi, Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), menilai perdebatan mengenai revisi UU TNI dan Polri adalah hal yang wajar. Menurut Haidar, pro-kontra dalam proses revisi ini akan memperkaya dan mematangkan proses legislasi.

Silakan gulirkan ke bawah

Ia percaya bahwa argumen-argumen yang muncul dari berbagai pihak—baik di parlemen, komisi, tokoh politik, masyarakat sipil, maupun media akan berkontribusi pada kemajuan pembahasan revisi undang-undang tersebut.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.