Koma.id– Pernyataan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, yang menyebut sosok inisial T sebagai pengendali bisnis judi online di Indonesia, menuai polemik dan kritik tajam. Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, secara terbuka mengkritik Benny Rhamdani, menyebutnya sebagai ‘penjilat sejati’ dan mempertanyakan motif di balik pernyataan yang bukan tupoksinya.
Pasalnya, langkah Benny Rhamdani terkesan sebagai upaya mencari perhatian menjelang akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo guna merapat ke pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Benny tipikal penjilat sejati, setelah Jokowi turun dia mau apa lagi? Barangkali ini Benny Rhamdani ingin merapat ke Prabowo sehingga lagi tes ombak. Dia seakan pahlawan publik, padahal sebetulnya bukan ranah dia soal judi online. Judi online ini bukan domainnya dia, harus urus saja masalah soal TKI yang masih banyak persoalannya,” tegas Jerry kepada Koma.id, Minggu (28/7/2024).
Menurut Jerry, pernyataan Benny soal inisial T patut dipertanyaan dan sangat tidak tepat lantaran di luar wewenangnya sebagai Kepala BP2MI. Ia menekankan bahwa Benny seharusnya fokus pada tugas pokoknya, yaitu perlindungan pekerja migran Indonesia yang masih menghadapi banyak masalah.
“Salah kaprah dia, ngawur dia penjilat sejati,” tambah Jerry.
Saat ini akibat dari pernyataan Benny Rhamdani tentang inisial T tersebut menimbulkan kegaduhan publik. Bareskrim Polri telah memanggil Benny untuk dimintai keterangan sebagai saksi guna mengungkap lebih lanjut siapa sebenarnya sosok inisial T yang dimaksud.








