Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Patroli Siber selama 2 Pekan, Bawaslu Temukan 80 Konten yang Diduga Melanggar

×

Patroli Siber selama 2 Pekan, Bawaslu Temukan 80 Konten yang Diduga Melanggar

Sebarkan artikel ini
Patroli Siber selama 2 Pekan, Bawaslu Temukan 80 Konten yang Diduga Melanggar

Koma.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memastikan benar-benar memantau kampanye di media sosial. Hasilnya, puluhan konten diduga melanggar ketentuan kampanye di platform digital.

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, menjelaskan, jajarannya menggelar patroli siber, mengawasi tahapan kampanye yang sudah berjalan selama dua pekan, mulai 28 November hingga 11 Desember 2023.

Silakan gulirkan ke bawah

“Ada 80 konten diduga melanggar. Temuan itu berasal dari patroli pengawasan siber dan penelusuran melalui intelligent media monitoring (IMM) Bawaslu, termasuk pengaduan masyarakat,” katanya, secara tertulis, di jakarta, Senin (11/12).

Dia juga menjelaskan, dugaan pelanggaran puluhan konten yang tersebar di Medsos itu di antaranya terkait ujaran kebencian, berita bohong (hoax), dan dugaan pelanggaran Pemilu.

“Ujaran kebencian ada 78 konten, hoax 1 konten, dan politisasi SARA 1 konten,” urainya.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI, itu juga menegaskan, konten-konten itu diduga melanggar UU 7/2017 tentang Pemilu dan UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Isi konten yang diduga melanggar di antaranya tertuju kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-Cawapres) dan penyelenggara pemilu.

“Sasaran dari konten itu mengarah kepada Paslon 01 sebanyak 25 konten, Paslon 02 ada 43 konten, dan Paslon 03 sebanyak 9 konten. Sedang 3 konten menyasar ke penyelenggara Pemilu,” katanya.

“Platform yang digunakan, Facebook 38 konten, Instagram 31 konten, X 8 konten, Tiktok 2 konten, dan Youtube 1 konten,” pungkas Lolly.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.