Koma.id– Pelik persoalan politik tampak beragam menjelang Pilpres 2024. Mulai dari Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, mengakui bahwa perkara yang menjerat Syahrul Yasin Limpo (SYL) memiliki pengaruh signifikan terhadap pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin alias AMIN), yang didukung oleh Nasdem dalam Pemilihan Presiden 2024.
Lalu Anies berkomitmen meningkatkan anggaran riset Badan Riset dan Inovasi Negara (BRIN) jika terpilih menjadi Presiden.
Kemudian, kubu Ganjar Pranowo merayu mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), untuk bergabung dalam Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar.
PBNU Masa Khidmah 2021–2026 Resmi Demisioner
Selain itu, media juga menyoroti soal kunjungan silaturahmi Ganjar dengan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil. Ganjar diberikan wejangan agar terus meneruskan konsep Islam Nusantara yang telah dicanangkan apabila terpilih jadi presiden.
Di pihak lain, kubu Prabowo masih terus melakukan perhitungan mencari pasangan calon wakil presiden yang cocok, sementara ada juga usulan dua nama untuk mendampingi Ketum Gerindra itu. Yakni Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.
Dengan berbagai dinamika politik ini, nampaknya Pilpres 2024 akan menjadi pertarungan sengit dalam menentukan arah masa depan politik Indonesia.








