Koma.id– Pakar Kesehatan Universitas Yarsi, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menyampaikan beberapa masukan penting agar program MBG dapat berjalan lebih aman dan efektif. Pertama pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyajian dan distribusi makanan agar kasus keracunan tidak terus berulang.
Selain soal keamanan pangan, berikutnya soal kualitas gizi dalam program MBG. Pemerintah harus memastikan setiap menu yang disajikan memiliki kandungan gizi yang seimbang dan terjamin mutunya.
Tjandra menilai, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Polri bisa jadi role model. Menurut dia, kebersihan jadi modal utama di SPPG Polri. Terpisah, insiden keracunan terus terjadi.
Haris Moti: Tuntutan Aksi 27 Agustus Sejalan dengan Kebijakan Prabowo, Waspadai Provokasi
Sementara itu, teranyar kasus keracunan kembali terjadi kali ini di SMA Negeri 1 Yogyakarta (SMA Teladan). Sebanyak 426 siswa mengalami sakit perut dan diare setelah menyantap menu MBG pada Rabu (15/10/2025). Pihak sekolah menduga gejala yang dialami para siswa muncul akibat makanan yang dikonsumsi sehari sebelumnya.








