Koma.id | Jakarta – Kantor DPP Partai NasDem di Menteng, Jakarta Pusat, mendapat pengamanan dari pasukan Marinir TNI AL sejak Sabtu malam (30/08), menyusul aksi massa yang sempat mendatangi dan membakar ban di depan gerbang NasDem Tower. Pengamanan dilakukan setelah rumah politikus NasDem Ahmad Sahroni di Tanjung Priok juga digeruduk dan dijarah massa pada hari yang sama.
Pantauan di lokasi menunjukkan satu truk militer tiba sekitar pukul 19.55 WIB. Personel Marinir berseragam baret ungu turun membawa tameng bertuliskan “Marinir” dan langsung masuk ke area kantor melalui pintu samping. Beberapa simpatisan NasDem yang telah berjaga di dalam terlihat berkoordinasi dengan pasukan pengamanan.
Sebelumnya, sekitar pukul 17.00 WIB, sekelompok massa mendatangi kantor DPP NasDem dan sempat mencoba merangsek masuk. Mereka dihalau oleh petugas keamanan, lalu membakar dua ban motor di depan gerbang sebelum meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.00 WIB.
Aksi massa ini diduga dipicu oleh pernyataan kontroversial Ahmad Sahroni yang menyebut orang yang ingin membubarkan DPR sebagai “mental manusia tertolol sedunia”. Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara pada 22 Agustus 2025 dan menuai kecaman publik.
Menanggapi situasi internal, Fraksi Partai NasDem DPR RI melakukan rotasi penugasan di Alat Kelengkapan Dewan. Ahmad Sahroni dipindahkan ke Komisi I DPR RI, sementara posisi Wakil Ketua Komisi III diisi oleh Rusdi Masse Mappasessu. Ketua Fraksi NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat, menyebut rotasi ini sebagai bagian dari penguatan kinerja fraksi sesuai semangat Restorasi Indonesia.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari DPP NasDem terkait pengamanan oleh Marinir maupun insiden yang terjadi di kantor dan rumah kader partai. Situasi di sekitar NasDem Tower terpantau kondusif, dengan lampu lantai dasar dimatikan dan penjagaan masih berlangsung.








