Koma.id – Deputi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Modernisasi Beragama Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Warsito mengatakan perayaan Hari Raya Kuningan, Nyepi, dan bulan Ramadan yang berdekatan menjadi contoh indah toleransi beragama di Indonesia.
“Kita patut bersyukur bahwa inilah contoh bagaimana kebhinekaan dalam praktek beragama, praktek berkeyakinan di Indonesia yang bisa menjadi contoh ataupun perspektif positif bagi masyarakat dunia,” ujar dia, Senin (11/3/2024).
Menurutnya, kerukunan antarumat beragama di Indonesia sudah berlangsung sejak lama. Hal ini, dibuktikan dengan regulasi Perpres 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama.
“Akhir tahun kemarin Presiden mengeluarkan regulasi yaitu Perpres 58 tahun 2023. Di mana tentang praktek penguatan moderasi beragama, sejatinya sudah ada praktek itu sejak zaman dahulu di bangsa kita,” katanya, mengungkapkan.
Meski demikian, dibutuhkan peran penting tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama dalam menjaga toleransi di Indonesia. Menurutnya, para tokoh tersebut harus menjadi teladan dengan menunjukkan wawasan kebangsaan yang luas dan sikap saling menghormati.
“Toleransi beragama di Indonesia bukan hanya regulasi, tapi juga tradisi yang sudah tertanam sejak lama. Mari kita jaga dan lestarikan bersama demi keharmonisan bangsa,” ujarnya.








