Koma.id– Sebanyak 50% penduduk Rempang, Batam, telah menyatakan kesiapan mereka untuk dipindahkan ke Tanjung Banon. Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa investor yang bertanggung jawab atas pembangunan pabrik kaca di kawasan Rempang Eco City, yakni Xinyi Group, akan tetap melanjutkan rencana investasinya.
“Hampir 500 rumah dari 900 KK loh, Jadi sudah 50% lebih yang bersedia untuk digeser secara sukarela,” kata Bahlil, Jumat (20/10/2023).
Hingga saat ini, sudah ada sekitar 500 kartu keluarga (KK) yang telah mendaftar untuk pindah ke lokasi yang ditentukan, dari total 900 KK yang terdaftar.
Sementara itu, dalam upaya penyelesaian polemik di Pulau Rempang, opsi penangguhan penahanan untuk 35 individu terkait insiden di depan kantor BP Batam muncul, yang dilakukan dalam pertemuan antara perwakilan keluarga dengan Muhammad Rudi, yang sedang memimpin upaya mediasi.
“Jadi saya pastikan Xinyi Insya Allah sampai hari ini saya ngomong ini clear masuk dan saya sudah cek. Sekarang Rempang kita mulai lakukan pergeseran baik-baik, hak-hak rakyat juga kita berikan dan kita tarik aparat keamanan, memang terjadi mis di awal,” tutup Bahlil.








