Koma.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa kakak kandung mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Erwin Muniruzaman, terkait pembelian mobil Volvo yang dilakukan Ridwan Kamil pada 2023.
Erwin diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) tahun anggaran 2021-2023.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pemeriksaan terhadap Erwin dilakukan pada Jumat (2/10/2026). Erwin yang juga menjabat Direktur Utama PT Inucom Bisnis Agra didalami mengenai pengetahuannya terkait pembelian mobil Volvo tersebut.
“Untuk saksi ERM yang juga merupakan kakak dari RK yang pada saat tempus perkara menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, penyidik mendalami pengetahuan ERM berkaitan dengan pembelian mobil Volvo yang dilakukan oleh RK pada 2023,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (5/10/2026).
KPK menelusuri pembelian mobil tersebut karena dilakukan pada periode yang berkaitan dengan perkara dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB yang tengah disidik.
Kubu Sony Sonjaya Buka Suara Soal Kejagung Sita Uang dan Pesawat dalam Kasus Korupsi Motor MBG
Budi mengatakan penyidik mendalami asal-usul pembelian kendaraan tersebut, termasuk sumber dana yang digunakan untuk membelinya.
“Penyidik mendalami bagaimana asal-usul pembelian dari kendaraan tersebut karena memang tempus-nya ini berkaitan dengan perkara yang sedang dilakukan penyidikan,” ujarnya.
Volvo Sudah Dijual
Selain proses pembelian, KPK juga mendalami penjualan mobil Volvo tersebut.
Budi menyebut mobil tersebut diduga telah dijual kembali oleh Erwin pada Agustus 2024.
Menurut KPK, waktu penjualan kendaraan tersebut menjadi bagian yang perlu didalami karena perkara dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB telah mulai bergulir di KPK.
“Tentunya itu juga menjadi materi dari penyidik untuk mendalami berkaitan dengan penjualan yang dilakukan oleh ERM ini karena penjualannya dilakukan pada Agustus 2024 dan perkara terkait dengan dugaan korupsi pada pengadaan barang dan jasa placement iklan di Bank BJB ini juga sudah bergulir di KPK,” kata Budi.
KPK masih menelusuri keberadaan dan asal-usul aset lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.
“Penyidik masih akan terus menelusuri, akan terus melacak terhadap aset-aset lain yang diduga ada kaitannya dengan perkara yang sedang dilakukan penyidikan,” kata Budi.
Mobil Volvo tersebut diketahui sempat digunakan Ridwan Kamil ketika menghadiri pelantikan Penjabat Gubernur Jawa Barat pada 2023.
Ridwan Kamil Masih Berstatus Saksi
Dalam perkara dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB, Ridwan Kamil masih berstatus sebagai saksi.
KPK sebelumnya telah memeriksa Ridwan Kamil pada 2 Desember 2025 untuk mendalami dugaan aliran dana nonbujeter yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Penyidik juga telah menelusuri sejumlah aset milik Ridwan Kamil yang diduga berkaitan dengan perkara. Penggeledahan rumah Ridwan Kamil pada 10 Maret 2025 turut menghasilkan penyitaan sejumlah barang, termasuk kendaraan.
Ridwan Kamil sebelumnya membantah mengetahui maupun terlibat dalam pengadaan iklan Bank BJB serta membantah menerima aliran dana dari perkara tersebut.
Lima Tersangka
KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB periode 2021-2023.
Kelima tersangka tersebut yakni mantan Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi, mantan Pimpinan Divisi Corporate Secretary Bank BJB Widi Hartoto, serta tiga pihak swasta yang merupakan pengendali sejumlah agensi periklanan.
Mereka adalah Ikin Asikin Dulmanan, Suhendrik, dan R. Sophan Jaya Kusuma.
KPK menduga perkara tersebut berkaitan dengan pengadaan penempatan iklan Bank BJB pada sejumlah media selama periode 2021-2023.
Dari anggaran sekitar Rp300 miliar, KPK menduga hanya sekitar Rp100 miliar yang benar-benar digunakan untuk kebutuhan iklan di media. Sementara itu, penyidik memperkirakan perkara tersebut menimbulkan kerugian keuangan negara sekitar Rp223,6 miliar.
KPK juga masih mendalami dugaan aliran dana nonbujeter yang berasal dari perkara tersebut, termasuk pihak-pihak yang diduga menerima maupun mengetahui penggunaannya.
Dalam rangkaian penyidikan, KPK terus menelusuri aset-aset yang diduga berkaitan dengan perkara, termasuk kendaraan dan aset lainnya milik pihak yang diperiksa.
Pemeriksaan Erwin menjadi bagian dari upaya KPK mencocokkan asal-usul pembelian dan penjualan mobil Volvo dengan rangkaian perkara dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB.












