Koma.id | Surabaya – Gelombang terakhir jemaah haji dari Embarkasi Surabaya, Jawa Timur akhirnya menapaki perjalanan menuju Tanah Suci. Kloter 97, yang menjadi kloter pamungkas, resmi diberangkatkan pada Jumat (30/5/2025) malam melalui Bandara Internasional Juanda.
Sejak petang, suasana di Gedung Muzdalihah Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) dipenuhi haru. Sejumlah jemaah tampak sibuk mengecek perlengkapan, sementara sebagian lainnya meluangkan waktu untuk berdoa. Tepat pukul 21.00 WIB, rombongan mulai memasuki bus yang akan membawa mereka ke bandara. Seperempat jam berselang, 10 bus penuh dengan calon haji pun bergerak meninggalkan asrama.
Menurut Sugiyo, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, kloter 97 terdiri dari 332 jemaah haji dari 16 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan perbedaan 8 Syarikah. Keberangkatan kloter ini menandai selesainya proses pemberangkatan seluruh kuota Embarkasi Surabaya yang berjumlah 36.845 jemaah pada musim haji tahun ini.
Namun, perjalanan menuju Tanah Suci tak sepenuhnya mulus bagi semua calon jemaah. Dua orang terpaksa batal berangkat akibat kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Rencananya, mereka akan diberangkatkan tahun depan, tetapi jika kesehatannya tidak pulih, kuota mereka akan dialihkan ke ahli waris.

Di tengah keberangkatan yang penuh harapan ini, kabar duka masih menyelimuti Embarkasi Surabaya. Sugiyo mengonfirmasi bahwa hingga kloter terakhir ini, 14 jemaah telah wafat akibat kondisi kesehatan, empat di Rumah Sakit Haji Surabaya, dua di pesawat, dan delapan lainnya di Arab Saudi. Sementara itu, dua jemaah lainnya telah dipulangkan ke daerah asal karena sakit.
Meski perjalanan haji membawa berbagai tantangan, ribuan jemaah dari Indonesia tetap melangkah dengan penuh harapan. Seiring bertambahnya jumlah jemaah yang telah tiba di Tanah Suci, proses ibadah haji tahun ini pun memasuki tahap-tahap berikutnya, mengantarkan mereka menuju puncak spiritualitas yang telah lama dinantikan.









