Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Ketum Pergunu Nilai Zulhas Tak Menistakan Agama

×

Ketum Pergunu Nilai Zulhas Tak Menistakan Agama

Sebarkan artikel ini
Ketum Pergunu Nilai Zulhas Tak Menistakan Agama

Koma.id – Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), KH Asep Syaifuddin Chalim, menyatakan bahwa Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) tidak mungkin menistakan agama. Menurut Asep, Zulhas adalah tokoh yang taat beragama dan memiliki komitmen yang jelas terhadap Islam.

Sebelumnya, Zulhas menyampaikan kelakar soal perubahan masyarakat saat salat, yakni dengan tidak mengucapkan “amin” setelah membaca Surat Al-Fatihah dan mengacungkan dua jari ketika tahiyatul akhir.

Silakan gulirkan ke bawah

Pernyataan itu disampaikan Zulhas saat memberikan sambutan di acara Rakernas Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Semarang, Selasa (19/12/2023).

Asep menyebut Zulhas sebagai tokoh Islam yang konsisten dalam memperkuat persatuan umat beragama di Indonesia. Dia yakin bahwa Zulhas tidak akan melecehkan agama. Asep juga meminta semua pihak untuk tidak menciptakan kekacauan terkait video pernyataan Zulhas yang menjadi viral beberapa waktu lalu.

“Saya tahu bagaimana komitmen Pak Zulkifli Hasan dalam keberpihakannya terhadap agama Islam,” ujar Asep dalam keterangannya, dikutip dari Antara, minggu (24/12/2023).

Dia menyerukan agar masyarakat selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan umat dan bangsa.

Asep menegaskan bahwa Zulhas mungkin menyampaikan candaan dengan maksud mengingatkan agar fanatisme dalam pemilu tidak memecah belah umat. Dia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan menekankan pentingnya sikap membuka ruang untuk saling tabayun, klarifikasi, dan memaafkan.

Sebelumnya, Zulhas membuat kelakar tentang perubahan perilaku masyarakat saat salat, yang kemudian menjadi perbincangan di media sosial.

Meskipun videonya menuai kontroversi, Asep berpendapat bahwa Zulhas mungkin bermaksud mengingatkan agar agama tidak dijadikan isu politik dan dieksploitasi untuk menyerang atau menjatuhkan pihak tertentu.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.