Koma.id– Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di DKI Jakarta mengalami peningkatan sekitar 15,7 persen. Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut kenaikan tersebut masih berkaitan dengan pola musiman.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan peningkatan kasus terpantau berdasarkan data dari sejumlah Puskesmas di wilayah Ibu Kota.
“Berdasarkan data Puskesmas di DKI Jakarta, kasus ISPA di Jakarta menunjukkan peningkatan sesuai pola musiman, meningkat sekitar 15,7,” ujar Ani, dikutip.
Jokowi Tak Persoalkan Ambang Batas Parlemen
Ani menjelaskan, ISPA dapat dipicu oleh beragam faktor, termasuk berbagai jenis kuman. Karena itu, peningkatan kasus ISPA tidak dapat langsung dikaitkan dengan infeksi influenza A.
Sementara itu, berdasarkan data kunjungan rumah sakit yang tercatat melalui SIRS Online, Dinkes DKI Jakarta belum menemukan adanya peningkatan kasus secara signifikan.
Prabowo: Saya Paling Hormat Sama Pakar
Ani pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta memperkuat penerapan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan.
Langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker ketika sedang sakit maupun berada di tempat ramai, serta menerapkan etika batuk.
Masyarakat juga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan cairan, dan mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
“Terutama cuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit atau di tempat ramai, menerapkan etika batuk, serta menjaga daya tahan tubuh dengan makan bergizi seimbang, cukup minum, dan cukup istirahat,” pungkasnya.








