Koma.id – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menegaskan menyandera atau mengengkang kebebasan sesorang adalah perbuatan yang dilarang termasuk mahasiswa atau demonstran.
“Menyandera, mengekang kebebasan seseorang tanpa memiliki kewenangan berdasarkan hukum itu terlarang, siapapun, termasuk mahasiswa,” dalam pesan singkat, Jumat (2/5/2025).
Sugeng menekankan aksi demonstrasi merupakan bagian dari hak setiap warga negara dalam menyampaikan aspirasinya.
Haris Moti: Tuntutan Aksi 27 Agustus Sejalan dengan Kebijakan Prabowo, Waspadai Provokasi
“Jadi kalau misalnya melakukan demo, ya demo lah, kalau ada orang yang dicurigai, ya diusir keluar dari kelompok itu,” ujar Sugeng.
Ditegaskan Sugeng, apabila ada pihak-pihak yang dicurigai dalam menjalankan aksi demonstrasi tidak perlu direspons secara berlebih.
“Sekarang kalau misalnya ada orang dicurigai katakanlah aparat keamananan, mau diapakan disandera? Interogasi? Kemudian didapat keterangannya, mau diapakan?,” ujarnya.
“Kecuali ya, dia itu, seorang penyusup itu melakukan tindak pidana, dia mesti tangkap serahkan ke polisi,” sambungnya.
Sugeng menilai aksi penyanderaan memili dampak yang besar apalagi tindakan tersebut dilakukan di tengah aksi demonstrasi yang sedang berlangsung.
“Menurut saya perlu dilihat juga kalau misalnya menyandera, misalnya mengekang kebebasan seseorang bisa saja timbul ekses, tidak terkontrol karena ini massa yang sangat besar ya, (misal) ada yang menganiaya kan bisa saja,” ujarnya.
Menurtnya, kedua belah pihak harus sama-sama menahan diri termasuk juga aparat kepolisian dalam menjalan tugasnya.
“Tidak boleh melakukan kekerasan. Kalau ada kekerasan polisi harus ditindak juga,” tandasnya.
Diketahui, seorang anggota Polda Jawa Tengah berinisial E sempat disandera oleh mahasiswa saat aksi demonstrasi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis malam (1/4/2025).
Anggota yang mengenakan pakaian hitam dan diketahui sebagai anggota intelijen Polda Jawa Tengah itu disandera karena berada di tengah kerumunan peserta aksi.













