Koma.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Kamis (1/10/2026). IHSG anjlok 61,64 poin atau 1,02 persen ke level 6.009,50, setelah sempat menyentuh level psikologis 5.900-an.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 6.062,89 dan sempat bergerak ke posisi tertinggi 6.095,23. Namun, tekanan jual membuat indeks kemudian merosot hingga level terendah 5.973,16 sebelum akhirnya ditutup di 6.009,50.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada hari yang sama. Dinamika tersebut turut menjadi perhatian pelaku pasar karena investor mencermati arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah setelah perubahan susunan kabinet.
Warga Bisa Usulkan BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP, Penetapan Penerima Tetap Menunggu Verifikasi
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta mengatakan pasar membutuhkan kejelasan mengenai arah kebijakan pemerintah setelah reshuffle. Menurutnya, perubahan komposisi kabinet membuat investor mencermati kesinambungan kebijakan ekonomi dan fiskal ke depan.
Tekanan juga terlihat dari pergerakan mayoritas saham. Sebanyak 206 saham tercatat menguat, sedangkan 450 saham melemah dan 134 saham lainnya stagnan.
Dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor berada di zona merah. Sektor teknologi menjadi penekan utama dengan penurunan 3,93 persen, disusul sektor transportasi yang turun 2,02 persen dan sektor barang baku sebesar 1,99 persen.
Sementara itu, sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penguatan, yakni sebesar 0,31 persen.
Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing. Investor asing mencatatkan net sell atau jual bersih sebesar Rp241,86 miliar di seluruh pasar.
Rinciannya, net sell asing di pasar reguler mencapai Rp240,43 miliar. Sementara itu, penjualan bersih di pasar negosiasi dan tunai tercatat Rp1,43 miliar.
Sejumlah saham menjadi sasaran aksi jual asing. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat net sell asing sekitar Rp68,5 miliar, diikuti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar Rp68,3 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp41,1 miliar.
Selain IHSG, sejumlah indeks utama juga ikut melemah. Indeks LQ45 turun 1,46 persen ke level 592,38, sedangkan IDX30 terkoreksi 1,41 persen ke level 328. Indeks JII juga turun 1,70 persen ke level 356.
Dengan penutupan tersebut, IHSG mencatat pelemahan untuk hari perdagangan keenam berturut-turut.
Di pasar saham, tekanan terbesar salah satunya terlihat pada saham GOTO yang kembali terkoreksi tajam. Saham tersebut turun hingga 12,50 persen dan pada perdagangan sesi pertama sempat menyentuh batas auto reject bawah (ARB) untuk hari keempat berturut-turut.
Total aktivitas perdagangan pada Kamis (1/10) berlangsung dengan nilai transaksi sekitar Rp10,6 triliun hingga Rp11 triliun, dengan frekuensi sekitar 1,58 juta transaksi. Data sumber perdagangan menunjukkan terdapat sekitar 32 miliar saham yang berpindah tangan.
Pasar selanjutnya masih akan mencermati perkembangan kebijakan pemerintah setelah reshuffle kabinet, termasuk kepastian arah kebijakan fiskal, investasi, hilirisasi, daya beli masyarakat, serta koordinasi kebijakan ekonomi.











