Koma.id – Hari ini, 16 April adalah hari yang sangat bersejarah bagi kesatuan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pada 16 April merupakan hari lahir dari Komandan Pasukan Khusus (Kopassus). Pada tahun ini, Kopassus akan merayakan Hari ulang tahunnya yang ke-71.
Dilansir dari akun instagram @penkokopassus, tema HUT Kopassus tahun 2023 adalah ‘Kopassus Ku, Kopassus Kita, Kopassus Patriot dan Kopassus Untuk Indonesia’.
Dikutip dari laman Kopassus, Komando Pasukan Khusus, adalah bagian dari Komando Utama yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. Kopassus merupakan prajurit yang telah menguasai taktik dan teknik ilmu perang khusus, mahir, dan handal bergerak secara cepat di berbagai medan, baik di darat, laut, dan udara.
Kopassus adalah prajurit yang berjiwa patriotik tinggi, senantiasa siap sedia melaksanakan tugas pokok ke setiap penjuru dan siap menghadapi berbagai ancaman, gangguan hambatan dan tantangan NKRI berdasarkan Pancasila.
Pasukan khusus ini memiliki kemampuan tertentu, seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak tepat, pengintaian, dan anti teror.
Tugas Kopassus antara lain adalah Direct Action serangan langsung untuk menghancurkan logistik musuh, Combat SAR, Anti Teror, Advance Combat Intelligence (Operasi Intelijen Khusus).
Kopassus juga bertugas dalam Humanitarian Asistensi (bantuan kemanusiaan), AIRSO (operasi anti insurjensi, separatisme dan pemberontakan), perbantuan terhadap kepolisian/pemerintah, SAR Khusus serta Pengamanan VVIP.
Pembentukan Kopassus dipelopori oleh Letkol Slamet Riyadi setelah TNI berhasil menumpas gerakan pemberontakan kelompok Republik Maluku Selatan (RMS) yang merenggut banyak korban dari pihak TNI.
Padahal kekuatan RMS relatif lebih kecil dari TNI, namun semangatnya lebih tinggi, perlengkapannya lebih lengkap, dan taktik serta pengalaman bertempurnya melebihi pasukan TNI saat itu.
Untuk mengatasi hal tersebut, Slamet Riyadi kemudian membentuk satuan yang dapat digerakkan secara cepat dan tepat untuk menghadapi berbagai sasaran di medan pertempuran.
Namun, Slamet Riyadi gugur pada salah satu pertempuran di sekitar kota Ambon, kemudian gagasan ini dilanjutkan oleh Kolonel A.E Kawilarang.
Melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorium III No.55/Instr/PDS/52 tanggal 16 April 1952, terbentuklah Kesatuan Komando Teritorium III yang merupakan cikal bakal ‘Korps Baret Merah’.
Mantan Kapten KNIL, Mayor Moch. Idjon Djanbi yang pernah bergabung dengan Korps Speciale Troepen dan pernah bertempur dalam Perang Dunia II ditunjuk sebagai Komandan pertama Kesatuan Komando Teritorium III.
Dalam perkembangannya, satuan ini mengalami beberapa kali mengalami perubahan nama, di antaranya:
– Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD) pada tahun 1953.
– Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) pada tahun 1952.
– Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) pada tahun 1955.
– Pusat Pasukan Khusus TNI-AD (PUSPASUS TNI-AD) pada tahun 1966.
– Komando Pasukan Sandhi Yudha (KOPASSANDHA) pada tahun 1971.
– Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) pada tahun 1985-sekarang.
Kopassus juga mengalami sejumlah perubahan dalam struktur organisasinya. Saat ini, struktur organisasi Kopassus terdiri dari:
– Makopassus, yang berkedudukan di Cijantung dengan sesanti Pataka ‘Tribuana Chandraca Satya’.
– Grup-1/Parako, yang berkedudukan di Serang dengan sesanti Dhuaja ‘Eka Wastu Baladika’.
– Grup-2/Sandha, yang berkedudukan di Solo dengan sesanti Dhuaja ‘Dwi Dharma Bhirawa Yudha’.
– Grup-3/Sandha, yang berkedudukan di Cijantung dengan sesanti Dhuaja ‘Tri Kottaman Wira Naraca Byuha’.
– Pusdiklatpassus, yang berkedudukan di Batujajar dengan sesanti Sempana ‘Tri Yudha Cakti’.
– Sat-81/Gultor, yang berkedudukan di Cijantung dengan sesanti Dhuaja ‘Siap Setia Berani’.








