Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasionalPolitik

Hoaks dan Politik Identitas Sudah Tak Laku di Pilkada DKI 2024

×

Hoaks dan Politik Identitas Sudah Tak Laku di Pilkada DKI 2024

Sebarkan artikel ini
Revisi RUU Polri Menjawab Tantangan, Tapi Fokusnya Pencegahan
Direktur Eksekutif Human Studies Institute, Rasminto

Koma.id Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI), Rasminto, menyoroti dinamika dan tantangan dalam menghadapi Pilkada 2024 di DKI Jakarta. Menurut Rasminto, strategi lama seperti penyebaran hoaks dan penggunaan politik identitas kemungkinan tidak akan efektif dalam konteks Pilkada kali ini, terutama di DKI Jakarta. Hal ini disebabkan oleh refleksi dari pemilu sebelumnya yang berlangsung pada 14 Februari lalu, dimana isu-isu tersebut tidak berhasil mempengaruhi hasil pemilihan secara signifikan.

“Karena kita bercermin kan kemarin, 14 Februari kemarin kan, pilpres pileg. Apapun isu-isunya, nggak mempan. Sampai persoalan pelanggaran HAM, dan lain -lain. Nah, itu memang sangat tipis kan, sekitar 63 ribuan kan, selisihnya antara 02 dengan 01. Yang dimana 01 itu ada punya kans berat kan, Capres 01 untuk balik lagi bertarung sebagai calon gubernur di Jakarta,” ujar Rasminto.

Silakan gulirkan ke bawah

Pilkada di Jakarta, menurut Rasminto, bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga bagaimana pemimpin tersebut dapat menangani berbagai masalah yang sudah menjadi ciri khas Jakarta.

Selain itu, Rasminto juga menyoroti isu lingkungan yang mendesak, seperti masalah air tanah dan intrusi air laut yang telah mencapai Monas. Bahkan, diprediksi bahwa pada tahun 2050, Jakarta bisa tenggelam jika masalah ini tidak ditangani dengan baik.

Pilkada DKI Jakarta 2024 bukan hanya tentang persaingan politik, tetapi juga tentang masa depan kota dan bagaimana pemimpin yang terpilih dapat menghadirkan solusi yang nyata bagi warga Jakarta.

“Sehingga ketika bicara konteks pilkada kan bicara bagaimana mekanisme prosedur memilih pemimpin untuk bisa mengawaki, untuk bisa mengendalikan, dan membangun Jakarta yang lebih manusiawi,” tutup Rasminto.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.