Koma.id | Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga memastikan tidak ada perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), baik jenis subsidi maupun nonsubsidi, yang berlaku secara nasional per 1 Oktober 2026. Kebijakan ini membuat daftar harga BBM pada Selasa, 6 Oktober 2026, masih sama bertahan dengan periode bulan sebelumnya.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa penetapan harga ini mengacu pada berbagai pertimbangan serta kondisi daya beli masyarakat. Pemerintah juga telah memastikan bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.
“Per 1 Oktober harga BBM baik subsidi dan nonsubsidi masih tetap sama dengan harga per bulan September,” ujar Kitty di Jakarta, Selasa (06/10).
5 Temuan Baru Lapas Cibinong Miras Milik Napi hingga Barang Mewah Dipindah ke Kandang Sapi
Ia menambahkan, khusus untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan aman tanpa kenaikan demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya sempat menyatakan bahwa harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax seharusnya mengikuti tren harga pasar global dan Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP). Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebut akan meninjau ulang proses evaluasi penetapan harga penjualan bulanan tersebut untuk jangka waktu berjalan. Kendati demikian, hingga saat ini Pertamina tetap mempertahankan harga yang berlaku sejak 2 September 2026.
Rincian Harga BBM Pertamina di Wilayah Jabodetabek (Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Sekitarnya):
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Subsidi Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Green 95: Rp19.150 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
- Dexlite: Rp23.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
Daftar Harga BBM Pertamina di Berbagai Wilayah Indonesia per 6 Oktober 2026:
- Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Babel, Lampung:
- Pertalit: Rp10.000 | Biosolar: Rp6.800 | Pertamax: Rp16.300 | Pertamax Turbo : Rp20.000 | Dexlite: Rp24.200 | Pertamina Dex: Rp25.750
- Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau:
- Pertalit: Rp10.000 | Biosolar: Rp6.800 | Pertamax: Rp16.650 | Pertamax Turbo : Rp20.450 | Dexlite: Rp24.750 | Pertamina Dex: Rp26.300
- Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur:
- Pertalit: Rp10.000 | Biosolar: Rp6.800 | Pertamax: Rp15.950 | Pertamax Turbo : Rp19.600 | Pertamax Hijau 95 : Rp19.150 | Dexlite: Rp23.700 | Pertamina Dex: Rp25.200
- Bali, NTB, NTT:
- Pertalit: Rp10.000 | Biosolar: Rp6.800 | Pertamax: Rp15.950 | Pertamax Turbo : Rp19.600 | Dexlite: Rp23.700 | Pertamina Dex: Rp25.200 (Biosolar Nonsubsidi NTT: Rp23.600)
- Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur:
- Pertalit: Rp10.000 | Biosolar: Rp6.800 | Pertamax: Rp16.300 | Pertamax Turbo : Rp20.000 | Dexlite: Rp24.200 | Pertamina Dex: Rp25.750
- Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara:
- Pertalit: Rp10.000 | Biosolar: Rp6.800 | Pertamax: Rp16.650 | Pertamax Turbo : Rp20.450 | Dexlite: Rp24.750 | Pertamina Dex: Rp26.300
- Sulawesi (Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sultra, Sulsel, Sulbar):
- Pertalit: Rp10.000 | Biosolar: Rp6.800 | Pertamax: Rp16.300 | Pertamax Turbo : Rp20.000 | Dexlite: Rp24.200 | Pertamina Dex: Rp25.750
- Maluku & Maluku Utara:
- Pertalit : Rp10.000 | Biosolar: Rp6.800 | Pertamax: Rp16.300 | Dexlite: Rp24.200
- Papua & Sekitarnya (Papua Barat, Papua Pegunungan, dll):
- Pertalit: Rp10.000 | Biosolar: Rp6.800 | Pertamax: Rp16.300 | Pertamax Turbo (wilayah tertentu): Rp20.000 | Dexlite: Rp24.200 | Pertamina Dex (wilayah tertentu): Rp25.750
- Kawasan Perdagangan Bebas (FTZ):
- Sabang: Pertalite Rp10.000 | Biosolar Rp6.800 | Pertamax Rp14.950 | Dexlite Rp22.150
- Batam: Pertalite Rp10.000 | Biosolar Rp6.800 | Pertamax Rp15.150 | Pertamax Turbo Rp18.550 | Dexlite Rp22.500 | Pertamina Dex Rp23.950









