Koma,id | Jakarta – Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Pelayanan Agama dan Kerukunan, Gugun Gumilar, turun tangan menemui Amanda Andono (50), korban kericuhan yang terjadi dalam acara peringatan Maulid Nabi dan haul di Jalan Kramat 2, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pertemuan tersebut dilakukan guna mendengar langsung pengaduan korban sekaligus memastikan proses hukum atas kejadian tersebut dikawal secara tuntas.
Gugun mengungkapkan, langkah ini diambil setelah dirinya menerima ribuan pesan serta berbagai masukan dari masyarakat terkait viralnya kejadian kericuhan tersebut. Dalam pertemuan yang dilangsungkan di kediaman korban, Gugun dan Amanda berdiskusi untuk menentukan langkah penanganan hukum selanjutnya.
“Korban sudah melapor kepada pihak berwajib dan meminta keadilan untuk Ibu Amanda. Saya mengawal langsung agar pelaku memproses dan menyetujui untuk diadili,” ujar Gugun, Senin (05/10).
5 Temuan Baru Lapas Cibinong Miras Milik Napi hingga Barang Mewah Dipindah ke Kandang Sapi
Menurut Gugun, tindakan yang dialami Amanda bersama seorang warga lainnya di muka umum telah masuk ke ranah pidana serta berdampak psikologis bagi keluarga korban. Ia menegaskan, kehadiran Kementerian Agama bukan untuk memperkeruh keadaan, melainkan untuk memastikan kerukunan umat tetap terjaga dan masyarakat memperoleh pelayanan serta keadilan yang merata.
“Kemenag hadir mengawal kerukunan umat dan melayani umat secara adil. Insya Allah kami membantu untuk keluarga korban,” tegasnya.
Sebelumnya, kejadian kericuhan tersebut terjadi pada Sabtu (3/10/2026) dini akibat hari protes warga terhadap penggunaan kembang api dan petasan bersuara keras yang dinyalakan secara intensif hingga larut malam. Suara ledakan tersebut dikabarkan membuat sejumlah anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), terbangun dan menangis, yang berakhir pada cekcok di lokasi kejadian.
Amanda Andono menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan langsung dari utusan Menteri Agama tersebut. Ia menyebut pihak Kemenag menyarankan agar persoalan ini diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku serta meminta dirinya melaporkan setiap perkembangan proses penyidikan secara berkala.
“Beliau sangat menyarankan untuk terus maju melapor ke polisi dan siap membantu serta mengawal. Saya diminta untuk setiap kali ada kemajuan tolong dilaporkan ke dia langsung, sehingga kalau ada kendala bisa langsung turun tangan,” ujar Amanda.
Meski sempat mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin malam dan diarahkan untuk melengkapi kronologi kejadian bersama bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA), Amanda memastikan proses hukum akan segera dilanjutkan agar permasalahan tidak berlarut-larut.
Di akhir keterangannya, Gugun Gumilar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta menghormati proses penegakan hukum yang sedang berjalan di kepolisian.









