Koma.id, Nusa Tenggara Timur – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur kembali erupsi hari ini, mengeluarkan kolom abu setinggi sekitar 900 meter di atas puncak (sekitar 2.484 meter di atas permukaan laut). Erupsi terjadi pada pukul 14:04 WITA dan menghasilkan abu tebal berwarna kelabu yang condong ke arah barat daya. Rekaman seismogram menunjukkan amplitudo maksimum 9.6 mm dan durasi sekitar 2 menit 6 detik.
Gunung ini saat ini berada pada status Level III (Siaga), dengan rekomendasi Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 km dari pusat erupsi dan sektor barat daya hingga timur laut sejauh 6 km dari puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Pihak berwenang meminta masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Mereka juga diminta waspada terhadap potensi banjir lahar hujan selama curah hujan tinggi, terutama di daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klantanlo, Hokengjaya, Boru, dan Nawakote.
Masyarakat yang terdampak abu vulkanik diimbau untuk memakai masker guna melindungi sistem pernapasan. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung.
Hingga saat ini, banyak pengungsi telah kembali ke rumah mereka, namun sekitar lima ribu warga masih bertahan di tenda pengungsian.








