Koma.id – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dipastikan tidak akan maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2029.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar M. Sarmuji mengatakan Bahlil justru telah menyampaikan rencana untuk maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari daerah pemilihan (dapil) Papua.
Jokowi Tak Persoalkan Ambang Batas Parlemen
“Pak Bahlil pingin jadi caleg dari Papua. Pak Bahlil sudah menyampaikan rencana jadi caleg di rapat partai,” ujar Sarmuji kepada wartawan, Minggu (20/9/2026).
Prabowo: Saya Paling Hormat Sama Pakar
Menurut Sarmuji, keputusan Bahlil untuk maju sebagai caleg berkaitan dengan keinginannya memberikan contoh kepada para menteri dari Partai Golkar agar ikut bertanggung jawab terhadap peningkatan perolehan kursi partai di parlemen.
“Beliau ingin memberi contoh menteri lain dari Golkar agar ikut bertanggungjawab terhadap kenaikan kursi di Parlemen,” kata Sarmuji.
Rencana Bahlil maju sebagai caleg dari Papua sebenarnya telah disampaikan sebelumnya.
Saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Papua periode 2025-2030 di Kota Jayapura pada April 2026, Bahlil menyatakan keinginannya untuk bertarung sebagai caleg dari dapil Papua pada Pemilu 2029.
Bahlil saat itu mengatakan dirinya ingin menghidupkan kembali tradisi kader partai yang maju langsung dalam kontestasi legislatif.
“Saya ingin merubah tradisi yang hampir hilang di Golkar. Bagaimana mungkin kita mendorong kader di bawah menjadi pemimpin kalau kita sendiri tak maju sebagai caleg. Karena itu, saya akan maju dari dapil Papua,” ujar Bahlil dalam kegiatan tersebut.
Bahlil juga menekankan pentingnya peningkatan jumlah kursi Golkar di parlemen.
Menurut dia, kemenangan partai tidak hanya dilihat dari siapa yang berhasil menduduki jabatan tertentu, tetapi juga dari peningkatan jumlah kursi legislatif yang diperoleh Golkar.
“Menang itu penting, tapi bagi saya jauh lebih penting menaikkan kursi. Target ketua partai adalah menambah kursi, lainnya hanya bonus. Untuk itu, kerja konsolidasi harus terus dilakukan,” kata Bahlil.
Pernyataan Zulhas
Kepastian Bahlil tidak maju sebagai capres 2029 disampaikan Sarmuji setelah muncul pernyataan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas mengenai Pilpres 2029.
Dalam acara puncak HUT ke-28 PAN di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (18/9/2026), Zulhas sempat menyampaikan candaan mengenai kemungkinan dirinya dan Bahlil tidak maju dalam Pilpres 2029.
Saat itu, Zulhas mengatakan dirinya dan Bahlil kemungkinan tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden. Sementara Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin disebut masih mempertimbangkan kemungkinan tersebut.
“Pak Bahlil sama saya mungkin enggak nyapres. Kalau Pak Muhaimin masih mikir-mikir, Pak,” kata Zulhas.
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Bahlil yang berada di lokasi tampak tertawa, sementara Cak Imin merespons dengan mengangkat tangan.
Zulhas kemudian melanjutkan pernyataannya dengan menyebut dirinya dan Bahlil sepakat agar posisi presiden tetap dipegang Prabowo.
“Sahabat kami, Ketua Umum Partai Golkar Saudara Bahlil Lahadalia. Pak Bahlil, jadi ketum ini berat juga ya. Ketum partai berat. Apalagi jadi Presiden, Pak. Ketum saja berat. Apalagi jadi Presiden. Jadi saya kira saya dan Pak Bahlil sepakat, Presiden biar Pak Prabowo saja ya, Pak. Cocok?” ujar Zulhas.
Sehari setelah pernyataan tersebut, Sarmuji memberikan penjelasan mengenai rencana politik Bahlil pada Pemilu 2029.
Sarmuji membenarkan bahwa Bahlil tidak akan maju sebagai capres dan menyebut Bahlil telah menyampaikan rencana untuk menjadi caleg dari Papua dalam forum internal partai.
Golkar Mulai Persiapkan Caleg
Partai Golkar sendiri sebelumnya telah mulai melakukan persiapan menghadapi Pemilu 2029, termasuk menginventarisasi kader yang berpotensi menjadi calon anggota legislatif.
Pada awal Agustus 2026, Bahlil menyebut proses inventarisasi caleg mulai dilakukan agar kerja politik partai dapat dimulai lebih awal.
Bahlil mengatakan konsolidasi organisasi ditargetkan selesai pada 2026, sementara pada 2027 Golkar mulai menjalankan kerja politik menuju Pemilu 2029.
Sarmuji saat itu menyebut sumber bakal caleg Golkar tidak hanya berasal dari pengurus partai, tetapi juga organisasi sayap, organisasi masyarakat yang berafiliasi, serta jaringan lain yang dimiliki Golkar.
Dengan rencana tersebut, Bahlil kini menyatakan pilihan untuk mengikuti kontestasi legislatif pada 2029 melalui dapil Papua, bukan mencalonkan diri sebagai presiden.
Rencana tersebut juga telah disampaikan Bahlil secara terbuka dalam agenda konsolidasi Golkar di Papua sejak April lalu dan kembali ditegaskan oleh Sekjen Golkar Sarmuji pada Minggu (20/9/2026).








