Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahNasional

Gemuruh Jurus Tunggal di Bundaran HI: Ratusan Pesilat PERSINAS ASAD Rayakan Kemerdekaan

×

Gemuruh Jurus Tunggal di Bundaran HI: Ratusan Pesilat PERSINAS ASAD Rayakan Kemerdekaan

Sebarkan artikel ini
Perinas Asad Kolosal Hi

Koma.id | Jakarta – Pagi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, terasa berbeda dari biasanya. Di tengah lalu lalang warga yang menikmati Car Free Day, denyut semangat kebudayaan bergelora ketika ribuan insan pencak silat berkumpul memadati landmark ibu kota tersebut. Di antara deretan seragam silat yang membentang, hadir sekitar 700 pesilat dari perguruan PERSINAS ASAD berseragan hijau yang turut menyemarakkan peragaan jurus tunggal tangan kosong IPSI secara massal.

Kegiatan yang digagas oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Silakan gulirkan ke bawah

Antusiasme anggota PERSINAS ASAD melampaui ekspektasi awal. Dari target awal sekitar 500 orang, keterlibatan peserta melonjak hingga menyentuh angka 700 pesilat. Mereka hadir dari berbagai sudut wilayah DKI Jakarta, baik sebagai perwakilan resmi perguruan maupun sebagai bagian dari kontingen Pengurus Kota (Pengkot) IPSI di wilayah masing-masing.

Persinas Asad

“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk menunjukkan kebersamaan, persatuan, dan kekuatan komunitas pencak silat di Indonesia,” ujar Sekretaris Umum PB PERSINAS ASAD, Weda Hendragiri selepas acara, Minggu (09/08).

Uniknya, barisan pesilat ini melintasi batas usia dan latar belakang. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga pesilat senior berdiri dalam barisan yang sama. Keterlibatan lintas generasi ini menegaskan filosofi PERSINAS ASAD bahwa pencak silat bukan hanya arena mengejar prestasi olahraga, melainkan media pembentukan karakter, pelestarian seni budaya, serta perajut tali silaturahmi.

Suasana kian syahdu ketika ribuan peserta dari berbagai perguruan mulai memperagakan jurus tunggal tangan kosong secara serempak. Ayunan tangan dan hentakan kaki yang selaras menciptakan irama visual yang sahdu yang merupakan simbol harmoni, disiplin, dan persatuan di tengah keberagaman aliran seni beladiri tanah air.

Selain peragaan massal, PERSINAS ASAD juga menampilkan kekhasan teknik perguruan melalui aksi pesilat dari Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin dan Pengkot Jakarta Utara yang sukses memukau warga di area bebas kendaraan bermotor tersebut.

Bagi keluarga besar PERSINAS ASAD, kehadiran ratusan anggotanya di jantung ibu kota hari itu bukan semata mengejar angka atau piagam rekor. Lebih dari itu, setiap gerakan yang mereka peragakan adalah wujud kecintaan pada warisan budaya bangsa serta ikhtiar nyata dalam memperkokoh persatuan Indonesia menjelang hari kemerdekaan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.