Koma.id – Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Pengemudi Online Indonesia (FSPPOI), Kemed, mengungkapkan bahwa kerja sama antara komunitas ojek online (ojol) dan pihak kepolisian bukanlah hal baru.
Menurutnya, jauh sebelum peristiwa Agustus lalu, hubungan kolaboratif antara pengemudi online dan Polri sudah terjalin dengan baik, terutama dalam menjaga ketertiban lalu lintas dan keamanan masyarakat (kamtibmas).
“Jauh sebelum ada peristiwa Agustus itu, kita memang sering berkolaborasi dengan pihak kepolisian dalam rangka tertib lalu lintas, kamtibmas, dan segala macam. Artinya, bukan baru kemarin-kemarin sore aja Polri merangkul teman-teman ojol. Sejak awal itu mereka sangat apresiatif,” ujar Kemed.
Ia menjelaskan, komunikasi antara komunitas ojol dan Polri berjalan dengan sangat baik, termasuk ketika para pengemudi online ingin menyuarakan aspirasi melalui aksi turun ke jalan.
“Ketika teman-teman ingin melakukan aksi-aksi turun ke jalan pun, komunikasi kita sangat bagus. Polri benar-benar memberikan pengamanan supaya memang aksi-aksi kita tidak disusupi,” tambahnya.
Tak hanya dalam aksi massa, Kemed menyebut bahwa kerja sama tersebut juga terjalin dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Salah satunya ketika pandemi Covid-19, di mana para pengemudi online turut dilibatkan sebagai relawan oleh pihak kepolisian.
“Begitupun sebaliknya, ketika ada giat-giat yang melibatkan masyarakat, kita juga dilibatkan. Pada saat Covid-19 kemarin itu kita juga ikut menjadi salah satu relawan yang dilibatkan oleh Polri,” jelasnya.
Kemed menegaskan, kolaborasi yang telah terjalin lama ini membuktikan bahwa komunitas ojol bukan hanya mitra ekonomi masyarakat, tetapi juga mitra strategis kepolisian dalam menjaga ketertiban dan keamanan di jalan.








