Koma.id– Munculnya grafiti bertuliskan “Adili Jokowi” di berbagai sudut kota menjadi sorotan publik dan memicu berbagai tanggapan. Pengamat politik Andi Yusran menilai fenomena ini sebagai bentuk ekspresi kejujuran publik terhadap situasi politik saat ini. Menurutnya, tuntutan agar Presiden Jokowi diadili muncul dari kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan yang dianggap merugikan demokrasi dan kepentingan rakyat.
Andi menjelaskan bahwa ketimpangan sosial yang semakin melebar dan perasaan ketidakadilan yang dirasakan oleh rakyat menjadi pemicu utama munculnya seruan tersebut. Ia menambahkan bahwa ekspresi semacam ini mencerminkan keresahan mendalam yang tidak lagi bisa dibendung.
Sementara itu, di dunia maya, tagar #AdiliJokowi menjadi trending topic di platform X Indonesia pada Senin (10/2/2025), dengan lebih dari 12.000 cuitan. Mayoritas warganet menyerukan agar mantan Presiden ke-7 Indonesia itu diadili atas kebijakan dan tindakannya yang dianggap merusak negara.
Saat menelusuri tagar tersebut, banyak unggahan yang menyuarakan kekecewaan terhadap Jokowi. Sejumlah warganet menilai bahwa pernyataan-pernyataan Jokowi selama menjabat penuh dengan kebohongan yang berdampak negatif bagi bangsa.








