Koma.id– Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang anjlok di bawah 5 persen pada kuartal I-2025, tepatnya 4,87 persen, diperkirakan kembali melemah di kuartal II. Survei Bloomberg terhadap 31 ekonom memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 turun menjadi 4,80 persen secara tahunan.
Jika prediksi ini terbukti, maka Indonesia mengalami perlambatan ekonomi dalam dua kuartal berturut-turut, yang menandai potensi masuknya perekonomian nasional ke zona krisis.
Kondisi ini semakin memberatkan langkah tim ekonomi Kabinet Merah Putih (KMP) dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi tahun ini yang dipatok sebesar 5,2 persen.
Sementara Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, menyatakan optimistis, perekonomian Indonesia pada kuartal II akan lebih baik ketimbang kuartal I-2025 yang bertengger di level 4,87 persen.
Penelitian Terbaru Ungkap Dampak Perubahan Iklim: Bentuk Bumi Berangsur Menjadi Lebih Bulat
Di sisi lain, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Indonesia tidak akan mengalami krisis moneter seperti yang terjadi pada 1997-1998.
Hal ini karena LPS tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang akan memanfaatkan semua instrumen, termasuk sistem peringatan dini (early warning system), untuk mencegah terjadinya krisis moneter.








