Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

DPR Desak Pemerintah Atasi Karhutla di Papua

×

DPR Desak Pemerintah Atasi Karhutla di Papua

Sebarkan artikel ini
Karhutla Kebakaran Hutan

Koma.id – Anggota Komisi IV DPR Usman Husin mendesak pemerintah segera mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Papua.

Ia mengatakan, penanganan dan pemadaman yang cepat menjadi sangat penting untuk mencegah kerusakan dan meminimalisir dampak asap terhadap masyarakat.

Silakan gulirkan ke bawah

“Masih terjadinya karhutla di Papua Selatan tentu memprihatinkan. Kami meminta pemerintah segera mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk memadamkan api agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak lebih besar,” ujar Usman dalam keterangannya, dikutip Sabtu (7/11/2026).

Ia mengatakan, kebakaran hutan di Papua juga akan mengganggu habitat satwa dan keseimbangan ekosistem. Jika kerusakan semakin parah, ia menilai bahwa pemulihan kerugian ekologis akan membutuhkan waktu panjang.

Oleh karena itu, ia mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan di wilayah Papua. “Langkah modifikasi cuaca harus diimbangi dengan kesiapan tim pemadam darat di titik terdepan. Pembasahan kawasan gambut yang rawan terbakar harus menjadi prioritas utama penanganan,” ujar Usman.

Ia mengingatkan, dampak kabut asap karhutla dapat mengancam kualitas hidup dan aktivitas warga di Papua. Oleh karena itu, pemerintah daerah juga diimbau menyiagakan posko kesehatan untuk membantu warga yang terdampak.

“Dampak asap mengandung partikel berbahaya yang merusak paru-paru masyarakat. Pemerintah daerah wajib menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan gratis dan memberikan perlindungan bagi kelompok rentan,” ujar Usman.

Diketahui, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 217 hektar di Papua Selatan masih belum padam hingga 31 Oktober 2026.

Hingga Sabtu (31/10/2026), BMKG mencatat, Papua Selatan masih menjadi daerah dengan sebaran titik panas atau hotspot terbanyak di Indonesia dengan 903 titik. Dalam tiga hari terakhir, angka ini naik-turun, pada 29 Oktober 865 titik dan 490 titik pada 30 Oktober.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.