Koma.id– Komisi III DPR RI menegaskan dukungannya untuk melindungi Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, dalam upayanya mengungkap identitas aktor utama di balik praktik judi online. Namun, Komisi III mengkritik pernyataan Benny yang hanya menyebutkan inisial ‘T’, yang dianggap terlalu ambigu.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menilai bahwa hanya menyebutkan inisial ‘T’ tidak cukup untuk memberikan kejelasan.
“Kalau pakai kata dugaan kan tentu dia bisa tetap sebut, kalau saya jadi dia saya sebutkan saja siapa namanya,” ujarnya di Kompleks Parlemen Jakarta pada Senin (29/7/2024).
PBNU Masa Khidmah 2021–2026 Resmi Demisioner
Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI, Adang Daradjatun, memberikan apresiasi atas respons cepat Bareskrim Polri terhadap informasi yang disampaikan Benny. Adang, yang juga mantan Komisaris Jenderal Polisi, mendesak agar pihak kepolisian segera mengungkap identitas sosok ‘T’ demi memastikan penegakan hukum yang adil.
“Jadi Polri juga ingin tahu siapa si T itu, masa hari begini kita nggak bisa tangkap, kalau memang betul si T itu,” tegasnya.








