Koma.id – Mengecek informasi kebocoran data pemilih Pemilu 2024,Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Cyber Crime Mabes Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
“Kami masih memastikan apakah informasi itu benar atau tidak. Kami bekerja sama dengan tim yang selama ini sudah ada yaitu tim dari KPU, tim dari BSSN, kemudian dari tim Cyber Crime Mabes Polri, dan juga BIN dan Kemenkominfo. Ini tim sedang kerja untuk memastikan kebenaran informasi tersebut,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/11/2023).
PBNU Masa Khidmah 2021–2026 Resmi Demisioner
Tim IT KPU, kata Hasyim, masih memeriksa kabar kebocoran data pemilihan tersebut. Pihaknya akan melakukan langkah lebih lanjut, jika benar ditemukan kebocoran data.
“Tim di dalam yang menangani IT KPU, di dalamnya ada tim dari Cyber Mabes polri. Nanti kalau sudah indikasi-indikasi sudah jelas tentu ada tindakan-tindakan lanjutan, tapi yang paling penting sekarang sedang diperiksa, sedang dicek, sedang dilacak kebenaran informasi tersebut,” katanya.
Mengenai amannya data para pemilih, Hasyim meminta peran masyarakat ikut serta mengecek data kependudukannya.
Fasilitas Umum Rusak Imbas Kerusuhan
“Kalau kita cek sebetulnya bisa memeriksa cek dptonline.kpu.go.id, nanti masuk ke situ dan kemudian bisa diakses lewat nomor induk kependudukan kita masing-masing. Intinya informasi itu masih bisa diakses sampai sekarang,” katanya.
Untuk diketahui, situs KPU kembali menjadi sasaran peretasan. Peretas bernama anonim Jimbo mengklaim telah meretas situs kpu.go.id dan berhasil mendapatkan data pemilih dari situs tersebut.














