Koma.id – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan rencana pemindahan kantor pusat dari kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, ke Gedung Graha Merah Putih Telkom di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan proses perpindahan kantor tersebut saat ini masih dikoordinasikan dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, BGN ditargetkan mulai menempati gedung tersebut dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Hal itu disampaikan Sudaryono saat rapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
“Betul, Pak, ini sedang koordinasi dengan Danantara dan dalam waktu dekat ini Badan Gizi Nasional akan menduduki Gedung Graha Merah Putih yang saat ini menjadi kantor Telkom,” kata Sudaryono.
Dia menjelaskan, pegawai Telkom yang saat ini menempati Graha Merah Putih akan dipindahkan ke gedung Telkom lainnya yang berada di belakang gedung tersebut.
Kompolnas Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual dan Jaringan Pendanaan Kericuhan 27 Agustus
“Orang yang menempati Graha Merah Putih itu akan menempati Gedung Telkom yang di belakangnya, gedungnya lebih tinggi, Pak,” ujar Sudaryono.
Sudaryono kemudian memastikan target perpindahan tersebut dilakukan dalam waktu dekat.
“Jadi memang kami ajukan atau kami sedang koordinasi dengan Danantara dan insyaallah dalam satu dua bulan ini kami akan pindah kantor ke Graha Merah Putih,” katanya.
Kantor BGN Saat Ini di Kebon Sirih
Saat ini kantor pusat BGN berada di Jalan Kebon Sirih Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat.
Rencana pemindahan ke Graha Merah Putih tersebut sebelumnya ramai dibicarakan setelah informasi mengenai rencana tersebut beredar di media sosial.
Graha Merah Putih berada di kawasan The Telkom Hub, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Gedung tersebut sebelumnya digunakan sebagai salah satu kantor Telkom.
Sudaryono membenarkan informasi tersebut ketika dikonfirmasi dalam rapat bersama Komisi IX DPR.
Gedung Berstatus Sewa
Sudaryono juga menjelaskan bahwa penggunaan Graha Merah Putih oleh BGN nantinya menggunakan skema sewa.
“Skemanya kalau enggak salah ada sewanya,” kata Sudaryono saat ditemui wartawan seusai rapat dengan Komisi IX DPR, Kamis malam.
Untuk penggunaan gedung tersebut, BGN masih melakukan koordinasi dengan Danantara.
Rencana pemindahan ini juga muncul ketika Komisi IX DPR menyoroti kebutuhan efisiensi anggaran BGN, termasuk terkait penggunaan gedung untuk operasional lembaga.
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Gerindra Nuroji sempat mempertanyakan rencana pemindahan kantor tersebut dalam rapat.
Dia juga mengaitkannya dengan anggaran BGN untuk urusan keuangan, tata usaha, arsip, rumah tangga dan protokol yang mencapai sekitar Rp7 triliun.
Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi Golkar Yahya Zaini turut mempertanyakan status kantor BGN yang saat ini masih menggunakan skema sewa. Ia mendorong pemanfaatan aset pemerintah maupun BUMN untuk menekan beban anggaran.
Telkom Sebut Bukan Pengalihan Aset
Di sisi lain, Telkom memberikan klarifikasi terkait rencana Graha Merah Putih yang akan ditempati BGN.
Direktur Utama PT Telkom Landmark Tower (TLT) Suratman mengatakan rencana tersebut merupakan bagian dari optimalisasi aset yang dikelola TelkomGroup.
Menurutnya, optimalisasi dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi aset sekaligus menjadi bagian dari konsolidasi dan efisiensi ruang kerja di lingkungan TelkomGroup.
“Sebagai perusahaan pengelola properti di lingkungan TelkomGroup, PT Telkom Landmark Tower memiliki tanggung jawab untuk menjalankan program optimalisasi aset. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi dari aset yang kami kelola,” ujar Suratman.
Suratman memastikan proses tersebut dilakukan secara bertahap dan tidak mengganggu operasional layanan Telkom maupun hubungan kerja karyawan.
“Kami memastikan bahwa program ini tidak akan mengganggu kelancaran operasional layanan kami kepada pelanggan, serta tidak akan berdampak pada hubungan kerja karyawan,” katanya.
Telkom juga menegaskan tidak terjadi pengalihan kepemilikan gedung atau aset kepada BGN.
Jika kerja sama antara BGN dan pengelola gedung terealisasi, penggunaan gedung tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis pengelolaan properti Telkom dan dilakukan sesuai mekanisme serta tata kelola yang berlaku.
BGN Ajukan Rp240,2 Triliun untuk 2027
Rencana pemindahan kantor tersebut disampaikan bersamaan dengan pembahasan anggaran BGN bersama Komisi IX DPR.
Dalam rapat tersebut, BGN mengajukan pagu anggaran sebesar Rp240,2 triliun untuk 2027.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp232,5 triliun dialokasikan untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Besarnya anggaran BGN membuat penggunaan anggaran operasional dan efisiensi lembaga turut menjadi perhatian DPR.
Dengan rencana pemindahan kantor ke Graha Merah Putih, BGN kini masih harus menyelesaikan koordinasi dengan Danantara dan pihak terkait sebelum proses perpindahan dilakukan.
Jika tidak ada perubahan, Sudaryono menargetkan kantor pusat BGN mulai menempati Graha Merah Putih dalam satu hingga dua bulan ke depan.








