Koma.id, Makassar – Kericuhan terjadi dalam unjuk rasa bertajuk “Indonesia Gelap” di kota Makassar pada Senin (24/2). Ratusan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mengkritik efisiensi anggaran pemerintah dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian dan warga.
Bentrokan bermula saat para mahasiswa menutup dua jalur badan Jalan Urip Sumoharjo sekitar pukul 22.00 WITA. Upaya pembubaran paksa oleh polisi pun memicu bentrokan yang tak terhindarkan.
Mahasiswa yang dipaksa mundur melempari aparat menggunakan batu, dan aksi ini dibalas dengan tembakan gas air mata oleh pihak kepolisian. Situasi semakin memanas saat ratusan warga yang merasa terganggu dengan penutupan jalan turut melempari mahasiswa yang berlindung di dalam kampus.
Dalam bentrokan tersebut, belasan mahasiswa diamankan oleh polisi. Sementara itu, seorang warga mengalami luka setelah terkena anak panah dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Suasana di kampus UMI masih mencekam. Polisi terus menembakkan gas air mata ke dalam area kampus, sementara mahasiswa terus melakukan perlawanan dengan melempar batu.
Melalui pengeras suara, aparat mengimbau mahasiswa yang berada di dalam kampus untuk segera keluar, bahkan mengancam akan mendobrak pintu jika tidak dibuka.
Hingga kini, situasi di sekitar kampus UMI telah kondusif, namun beberapa aparat kepolisian masih disiagakan di luar kampus untuk mencegah aksi serupa terulang kembali.









