Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
DaerahHeadline

Banjir Besar Melanda Bali, 4 Kecamatan Terdampak, 2 Warga Meninggal Dunia

×

Banjir Besar Melanda Bali, 4 Kecamatan Terdampak, 2 Warga Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Banjir Besar Melanda Bali, 4 Kecamatan Terdampak, 2 Warga Meninggal Dunia
Data BNPB Wilayah yang terdampak banjir berada di Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar Utara, Denpasar Selatan, dan Denpasar Barat, Rabu (10/9). (Foto/Istimewa)

Koma.id Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah daerah di Bali mengalami banjir. Wilayah terdampak banjir berada di Kabupaten Jembrana, Gianyar, Tabanan, Klungkung, dan Kota Denpasar. BNPB mengatakan banjir di wilayah Bali terjadi sejak Selasa (9/9) malam.

Di Kabupaten Jembrana, banjir terjadi di beberapa titik. BNPB juga mencatat banjir di Jembrana menimbulkan dua korban jiwa. Data sementara yang diterima BNPB pada Rabu (10/9), pukul 11.30 WIB menyebutkan dua warga meninggal dan 200 jiwa terdampak di Kabupaten Jembrana.

Silakan gulirkan ke bawah

BNPB juga mencatat 85 warga mengungsi di beberapa titik di Kabupaten Jembrana, di antaranya pos balai Desa Yeh Kuning 10 jiwa, pos balai banjar Yeh Kuning 10 jiwa, Musala Assidiqie 40 jiwa, dan Musala Darul Mustofa 25 jiwa. Sementara itu, sebanyak 104 KK dengan 423 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Klungkung.

Di wilayah Kabupaten Jembrana, banjir melanda Kecamatan Jembrana. Sedangkan daerah lain yang dilanda banjir yakni Kecamatan Sukawati di Kabupaten Gianyar, Kecamatan Kediri di Kabupaten Tabanan, dan Kecamatan Dawan di Kabupaten Klungkung.

BNPB juga menjelaskan ada empat kecamatan di Kota Denpasar yang saat ini terdampak banjir. Wilayah yang kebanjiran itu berada di Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar Utara, Denpasar Selatan, dan Denpasar Barat.

“Sejumlah wilayah lain yang terdampak banjir di Bali saat ini masih dalam proses pendataan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (10/9).

Prediksi BBMKG

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menyebutkan sebagian besar kabupaten/kota di Bali mengalami curah hujan lebat hingga ekstrem di atas 150 milimeter per hari pada periode 9 – 10 September 2025. Akibatnya, banjir terjadi di sejumlah daerah di Bali.

“Dalam tiga hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Bali,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho kepada wartawan di Denpasar, Bali, Rabu (10/9).

Berdasarkan hasil pantauan, lanjut dia, hujan sejak Selasa (9/9) di Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Klungkung dan Karangasem dalam kategori lebat di atas 50 milimeter (mm) per hari hingga kategori ekstrem di atas 150 mm.

Hujan tersebut bahkan berlanjut hingga Rabu pagi ini hingga menyebabkan bencana hidrometeorologi, di antaranya banjir di sejumlah titik.

Ia menambahkan, dari analisis dinamika atmosfer menunjukkan kondisi ekstrem tersebut dipicu oleh gelombang aktif ekuatorial Rosby yang berdampak pada pertumbuhan awan konvektif atau awan hujan.

Selain itu, ada juga kelembaban udara dalam kategori lembab hingga lapisan 200 milibar (mb) atau hingga 12.000 meter.

Kondisi itu mendukung pembentukan awan konvektif dengan puncak awan yang tinggi sehingga menimbulkan hujan lebat disertai kilat atau petir.

Sementara itu, banjir terjadi di sejumlah titik di Denpasar, di antaranya di permukiman Pura Demak, kemudian kawasan Pasar Badung yang berada dekat aliran Tukad (Sungai) Badung di Denpasar.

Banjir juga melanda permukiman warga di Dusun Munduk, Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana mengakibatkan satu orang hilang terseret arus banjir yang saat ini masih dalam pencarian.

Bencana alam di Jembrana itu juga berdampak terhadap lalu lintas vital jalur Denpasar-Gilimanuk sehingga menyebabkan kemacetan di sejumlah titik menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.